Surat yang (belum) terucap

  • Posted on September 3, 2012 at 2:17 pm

Assalamu’alaykum wr.wb.

Satu lagi blog yang terabaikan. (pengen ketawa.hahahaha)..Kapan mulai update lagi???? Jdi, sebelum saya mulai menulis lagi, saya ingin ngucapin

Minal Aidzin Wal Faidzin dulu ya untuk semuanya..^^

Semoga kita bisa bertemu dengan ramadhan selanjutnya ya..Aamiin..

Okeeee, judul blog ini sangat tidak sesuai dengan apa yang aku janjikan di tulisan sebelumnya, di mana rencanaku kan mau membagikan tulisan terkait metode-metode analisis dalam praktikum AOKM tuh, tapi berhubung kendala teknis (baca:males.:D), jadinya tertunda. Gapapa ya..Mungkin di tulisan-tulisan selanjutnya.

Surat yang (belum) terucap. Lho???Kok terucap??Bukannya surat itu untuk dibaca ya???? Ini semua ada hubungannya dengan apa yang aku alami hari ini. Sebenarnya, surat ini adalah suatu bentuk tanda tanyaku kepada para calon dekan fakultasku tercinta yang akan dipilih besok, tapi ya apa daya. Karena keterbatasan waktu (baca:aku telat juga datangnya), jadinya belum sempet tersampaikan deh. Mungkin, aku tulis di sini aja ya sebagai bentuk keplonganku, bukan bermaksud untuk cari sensasi atau apa. Ini hanya sebuah ekspresi dan apresiasiku kepada para bapakku selama 2 tahun ini (Waaaah, aku udah semester 5 ternyata.).

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Assalamu’alaykum wr.wb.

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan. Saya Nishaa, dari kelas C angkatan 2010. Saya melihat masalah yang dibahas saat ini adalah terkait kurikulum. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak sekalian atas kebijakan yang telah dibuat selama 4 tahun ini atau 2 tahun kuliah saya, terutama tentang adanya perubahan kurikulum di tahun 2011 ini yang memang itu harus dilakukan setiap 5 tahun sekali ya Pak (awalnya aku nulis 4 di note)?

Jujur saja, saya merasa sangat bersyukur sekali mendapatkan kurikulum baru ini. Awal kuliah, saya tidak mengetahui banyak tentang kefarmasian, namun dengan adanya kurikulum 2011 ini, saya merasa benar-benar diberi kesempatan untuk memahami farmasi gitu Pak dan saya bener-bener senang sampai saya tetap bertahan untuk kuliah di fakultas tertua ini. Mungkin ada beberapa teman seangkatan saya yang tidak setuju dengan pernyataan saya ini. Saya yaa…karena tiap orang kan punya feel yang berbeda untuk tiap keadaaan.

Nah, angkatan 2010 ini kan akan menjadi angkatan pertama yang akan mengalami 4 peminatan ni Pak.Dari informasi yang saya dengar, peminatan itu didasarkan pada minat mahasiswa yang bersangkutan, tapi dibatasi juga oleh kuota yang mana ujungnya IPK lah yang menentukan peminatannya. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah dari pihak fakultas dalam hal ini mungkin bapak-bapak calon pemegang amanah ini, apakah ada semacam rencana..bisa dibilang rencana strategis sih Pak misalnya semacam plotting kuota peminatan ini untuk perencanaan ke depan dari lulusan masing-masing peminatan?

Misalkan, Lulusan minat FBA yang jumlahnya sekian (ex: 50) ini memang ditargetkan menjadi herbalist dan ujung tombak pengembangan fitofarmaka di Indonesia.

Atau, minat FKK, lulusannya ditargetkan mampu merancang metode/sistem pelayanan kefarmasian, baik dari tingkat desa, kabupaten, atau propinsi bahkan bisa nasional di mana nanti memang akan ada plotting yang sangat jelas di mana kita akan ditempatkan untuk mengabdi kepada bangsa ini. Sekian pertanyaan dari sana, Wassalamu’alaykum wr.wb.

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

 Mungkin ada hal yang lain yang belum sempet aku pikirin saat mengonsep pernyataan/pertanyaan ini. Kalo dari sudut pandang mahasiswa sebagai seseorang yang telah dianggap “dewasa” bebas untuk memikirkan jalan hidupnya sendiri, terlebih setelah dia lulus. Tapi, sebenarnya yang ingin aku tekankan di sini adalah bagaimana semua elemen yang ada baik dari pihak birokrasi fakultas, pemerintah, industri, dan pihak lain mau dan harus mempersiapkan keberlangsungan praktik kefarmasian di Indonesia ini. Maksud saya adalah bagaimana kita diberikan suatu wadah untuk benar-benar menyalurkan minat dan kompetensi kita tapi juga diarahkan untuk pengembangananya dalam skala nasional gitu. Sempet juga tadi dibahas tentang pengembangan kurikulum yang ada saat ini. Menurutku, mungkin dua konsep yang diajukan tadi bisa digabuungkan, di mana kita tetep harus membawa ciri khas negeri kita yang memiliki keanekaragaman budaya dan hayati dan di satu pihak, kita tidak menutup kemungkinan untuk bisa masuk ke kancah internasional.

Ini aja sih yang ingin aku ungkapkan hari ini. Harapanku, siapapun dekan yang terpilih nanti, bisa memang bener-bener mampu mengayomi semua elemen/civitas akademika yang ada, Namun juga bisa memikirkan/merencakan farmasi ke depannya, yang mendukung visi UGM untuk menjadi universitas riset berskala internasional.

FARMASIS…CERDAS

PROFETIK…BERKARAKTER

2010….Be Brave To Be The Best

Please Comment Here :)

Leave a Reply