You are currently browsing the archives for 6 June 2013.
Displaying 1 entry.

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

  • Posted on June 6, 2013 at 10:01 pm

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

-World Class Research University, Akankah hanya sebuah mimpi?-

Ide penulisan ini sebenarnya muncul kemarin, hanya karena diri ini yang terlalu lelah hingga belum mampu merangkai jutaan makna lagi dan juga aku rasa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menutup chapter bulan Mei ini, Mei SHOW UP.

Masih ingatkan dengan tulisanku yang bertemakan sama dengan judul di atas? Di tulisan  sebelumnya aku bercerita tentang apa yang bisa kulakukan untuk keluargaku, almamaterku, dan juga bangsaku. Apa yang bisa Nishaa berikan untuk bangsanya? Yaa, mungkin sebagian orang akan berpikiran sok nasionali ataupun apa. Tapi, karena memang inilah saya, di mana saya percaya bahwa Pancasila memanglah satu-satunya yang lahir dari Indonesia, tanah air Indonesia, oleh putra Indonesia sendiri. Tentang bagaimana para pendiri bangsa ini berjuang untuk mencari seperti apa sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya. Dan beliau berhasil. Pancasila adalah satu bukti nyata cita-cita dan harapan yang mereka bangun untuk Indonesia. Dan kalian perlu ketahui juga (mungkin juga sebagian besar sudah tahu), ada ciri khas dari Pancasila ini yang membuat posisinya tidak bisa dikanan atau kirikan. Yaitu keterbukaan dan kedinamisan dari Pancasila. Pancasila sebagai ideology terbuka akan menempatkan dirinya sesuai bagaimana orang-orang memahaminya. Bingung ya? Ketika dalam suatu bangsa memiliki nilai-nilai yang buruk, maka Pancasila akan diterapkan dengan buruk. Menurutku inilah yang terjadi pada bangsa kita saat ini yang kita tahu bahwa sekarang sedang terjadi krisis Pancasila. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan orang-orang yang ada di dalamnya (bangsa Indonesia) belum memahami mana yang baik dan mana yang buruk, apa manfaatnya bagi orang lain maupun dirinya sendiri ketika melakukan suatu kegiatan/aktivitas. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Kita perlu kembali dulu kepada kedudukan Pancasila jika ingin memahaminya. Dan ini akan aku mulai dan aku hubungkan dengan sejarah almamaterku. Dulu.

UGM. Universitas Gadjah Mada , sebuah Universitas dengan nama seorang Patih di kerajaan terbesar di Indonesia yang memiliki cita-cita besar, “Tidak akan bersenang-senang sebelum Nusantara dipersatukan”. Adakah ini hubungannya dengan cita-cita UGM?

Berbicara tentang cita-cita, kita mau tidak mau akan berhubungan dengan 1 kata yang beberapa hari ini mulai aku pahami. VISI dan MISI. Berapa banyak mahasiswa UGM yang tahu cita-cita almamaternya sendiri? Acungkan jari gih..Waaaah, sejumlah mahasiwa UGM yang ada saat ini (Harapanku. Aamiin). Kebetulan selama musim PKM kemarin aku sempat meminjam buku kumpulan Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, yang kata mbak kosku hanya dimiliki oleh karyawan-karyawan UGM. Aneh nggak sih? Niatnya mencari ide dan inspirasi di sana, aku menemukan hal yang lain dan menurutku itulah yang semakin mengenalkanku pada almamaterku ini. Aku tuliskan ya apa sih sebenarnya visi dan misi Kampus Rakyat ini? Ini adalah kutipan yang saya ambil dari buku KKI UGM Untuk Anak Bangsa. Tidak ada maksud plagiatisme dalam blog ini, hanya untuk membagikan pada siapapun yang ingin membaca apa yang seharusnya dibaca.

Visi dan Misi

  1. VISI

Perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang inovatif dan unggul, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

  1. MISI
  2. a.         Mendidik bangsa Indonesia menjadi manusia susila yang cakap dan memiliki integritas berdasarkan Pancasila.
  3. b.         Mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan bagi kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Cita-cita UGM

Pada hakekatnya penyelenggaraan Universitas Gadjah Mada berasaskan cita-cita kemanusiaan sebagai penjelmaan mutlak hakekat manusia dan cita-cita kemanusiaan yang bersifat kerohanian yang tertinggi, seperti diletakkan di dalam Pancasila yang tersebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta tercermin di dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, serta usaha mempertahankan kelestarian ilmu pengetahuan merupakan suatu bentuk pelaksanaan tugas kebudayaan dan kemasyarakatan yang dibebankan kepada UGM, maka penyelenggaraan UGM mengarahkan kepada persiapan kepribadian yang tertuju kepada kematangan jiwa dan raga di satu pihak dan pengembangan ilmu pengetahuan di lain pihak.

Kematangan jiwa dan raga dijadikan dasar untuk membentuk manusia susila yang mempunyai kesadaran bertanggung jawab atas kesadaran bertanggung jawab atas kesejahteraan Indonesia khususnya dan dunia umumnya, dalam arti berjiwa bangsa Indonesia dan merupakan manusia budaya Indonesia yang mempunyai keinsafan hidup berdasarkan Pancasila.

Pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan untuk memperoleh kenyataan dan kebenaran yang bersifat universal dan obyektif. Maka sudah seharusnya UGM mempunyai kebebasan di dalam melaksanakan bawaan kodrat akal manusia untuk mencapai kenyataan dan kebenaran itu, suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik.

Selanjutnya, karena kenyataan dan kebenaran ini mempunyai sifat universal dan obyektif, maka sudah seharusnya pula warga UGM yang telah mencapai kenyataan dan kebenaran memiliki kebebasan untuk menyatakan kebenaran dan kebebasan kepada pihak lain, yaitu yang disebut kebebasan mimbar. Dalam pada itu, karena hasil manusia harus dipergunakan untuk keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan manusia sendiri, maka kebebasan itu wajib dilaksanakan dengan hikmat dan bertanggung jawab. Selanjutnya pelaksanaannya tidak dapat tidak harus berguna bagi kehidupan, keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan kemanusiaan, baik spiritual maupun materiil bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara sendiri. Bagi warga UGM hal itu berarti tidak boleh menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Jati diri UGM

Jati diri UGM adalah :

  1. Universitas Nasional

Universitas yang mempertahankan dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa serta mempertahankan NKRI dengan mengedepankan kepentingan nasional.

  1. Universitas Perjuangan

Universitas yang selalu berjuang memperhatikan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 secara demokratis dan berkepribadian Indonesia.

  1. Universitas Pancasila

Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, dalam kiprah penelitian (mengungkap kenyataan dan kebenaran, obyektivitas dan universalitas ilmu pengetahuan), pendidikan/pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat, selaras dan senafas dengan nilai-nilai Pancasila.

  1. Universitas Kerakyatan

Universitas yang selalu memperjuangkan dan mengedepankan kepentingan rakyat serta ikut serta mencerdaskan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kehidupan yang layak, kebahagiaan, dan kesejahteraan lahir dan batin berdasarkan Pancasila.

  1. Universitas Pusat Kebudayaan

Universitas yang menjadi tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia dan perikemanusiaan, agar warga masyarakat Indonesia menjadi insan yang berbudi luhur dan berwawasan nasional untuk membangun peradaban baru.

Lalu, ada hubungannya kah Nis dengan farmasi? Hmmm….kapan-kapan ya dilanjutin. Didoain aja ya istiqomah.:)

Sumber: LPPM, 2012, Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, Yogyakarta. Thx to mbak Dian buat bukunya yang menginspirasi.:)