You are currently browsing the archives for 21 June 2013.
Displaying 1 entry.

Dunia Taru the Series –Episode 3: Sayur Merah dan Es Krim Coklat-

  • Posted on June 21, 2013 at 10:00 pm

Dunia Taru the Series –Episode 3: Sayur Merah dan Es Krim Coklat-

Senja itu hampir datang. Terlihat Mama masuk ke dalam rumah dan segera menuju ke dapur. Bapak dan Tatar akan segera pulang dari masjid, tempat Tatar mengaji.
“Hmmmmmm..masak apa ya hari ini? Mari kita cek kulkas.”
Kulkas yang ada di dapur pun dibuka Mama. Hmmmm..ada ayam, bumbu-bumbu, dan es krim coklat kesukaan Tatar. Mau masak apa?
Nggak mungkin kan ayam dicampur es krim, nggak enak dong jadinya. Sejenak Mama pun berpikir sambil menyiapkan bumbu-bumbu dan mencuci ayam yang membeku.
Bapak sukanya yang pedes-pedes, Tatar sukanya yang manis-manis. Keduanya suka sayur merah. Sekali-kali Bapak makan yang manis juga nggak papa dan Tatar belajar makan yang pedes, biar nggak cedal.hihihihi
Oke, keputusan sudah dibuat. Dan Mama pun mulai memasak makan malam dengan riang.
-Malam harinya, di ruang makan-
“Tatar, Ayo makan dulu.”
“Iya, Mama. Tatar mau cuci tangan dulu, abis ngerjain tugas menggambar tadi.” Tatar beranjak dari ruang keluarga.
“Masak apa hari ini Ma?” Tanya Bapak yang sudah duduk di meja makan.
“Wah, sayur merah lagi….Asyikkk..Tapi kok Ma, kok ada biji cabenya? Pedes yaaa…Nggak mau….!”
“Lhoo, Tatar masa nggak mau makan masakan Mama? Kan belum dicoba. Tatar tahu nggak sayur Mama ini beda, karena bakal bikin suara Tatar lebih bagus lho.”
“Kok bisa Ma?” Bapak ikut bertanya.
“Kasih tahu nggak ya? Mau tahu aja apa mau tahu banget?”
“Ya udah deh, Mama gitu.”
“Hihihi..Tatar makan gih, enak kok Sayang. Nanti ada dessert kesukaan Tatar, yaitu es krim coklat. Tadaaa…” Mama mengeluarkan es krim coklat dari pangkuannya.
“Dan buat Bapak, Tadaaaa….ada sambel extra.”
“Waaah, mau Ma. Sekarang makan dulu deh Pak, biar bisa makan es krim”. Tatar bersemangat.
“Ma, es krim nya taruh di kulkas dulu lagi deh. Biar nggak meleleh”
Dan malam itu pun berakhir dengan makan malam dan dessert yang menyenangkan.

Behind the scene:
Oke, setelah vakum cukup lama dari tulisan ber-series ini, mala mini muncul lagi inspirasi. Karena teringat pada 1 mata kuliah dan kejadian aneh hari ini, di mana melihat orang-orang mengantri bensin untuk mengantisipasi kenaikan BBM besok. Masih antri nggak ya sekarang? HIhihihihii..Oke kembali ke di balik layar cerita ini. Tentang alasan Mama menggabungkan sayur merah dan es krim. Karena adanya Capsaicin dalam cabe yang bersifat lipofilik dan terasa pedas akan terikat dengan eskrim yang merupakan suatu emulsi. Ini aku dapat dari majalah BOBO jaman SD dulu. Nggak jelas ya??
Hmmm..gimana ya?
Baiklah,
Kuawali dengan memberikan satu pertanyaan kepada rekan-rekan pembaca sekalian,
Apakah kalian tahu sejarah lahirnya Pancasila? Sudahkah kalian mengetahui kisahnya?

Sebenarnya bagaimana dasar ini bisa lahir dari bangsa kita? Lama belajar hal ini dan memahaminya. Aku mendapatkan suatu pola pemikiran yang mungkin sama dengan para bapak kita dulu. Bukan bermaksud sombong, hanya aku merasa memang begitulah proses yang terjadi dulu.
Dimulai dari akhir Mei 1945, di mana pada waktu sidang BPUPKI yang ke-1 digelar. Jujur, aku lupa siapa saja yang menyampaikan gagasan yang sesuai untuk menjadi dasar Negara RI. Namun, ada satu tokoh yang aku rasa Beliau lah yang menjadi pembuka jalan. Kenapa? Dalam risalah BPUPKI yang belum saya baca dan hanya saya ketahui dari kuliah-kuliah dan pelajaran dulu ketika di bangku sekolah, Beliau tidak menyampaikan gagasan yang dia ajukan untuk menjadi dasar Negara RI, tetapi beliau memilih untuk menyampaikan berbagai ideology-ideologi yang selama ini berkembang di dunia. Beliau menyampaikan nilai-nilai apa yang dikandung masing-masing ideology, seperti ideology Sosialisme, Kapitalisme, dan Marxisme yang paling dominan kala itu (Mungkin nggak hanya itu sih..-red). Lalu, masing-masing anggota BPUPKI pun berpikir dan memilah-milah ideology yang cocok untuk Indonesia. Bagaimana memilahnya? Aku rasa beliau-beliau secara terbuka bertukar pikiran dan melihatnya dari sudut pandang dan kebudayaan yang selama ini berkembang di Indonesia. Inilah yang aku sebut sebagai analisis SWOT yang biasa dipakai dalam organisasi ketika hendak mencapai suatu tujuan. Lalu, datanglah Bung Karno yang mana pada tanggal 1 Juni menyampaikan gagasannya tentang ideology Pancasila, yang mana merangkum gagasan-gagasan yang telah disampaikan 2 tokoh sebelumnya. Kalian tahu nggak bagaimana beliau sampai pada pemikiran itu? Pernah baca biografinya beliau? Hehehe..Beliau dikenal sebagai tokoh yang membaur pada semua golongan di mana baik dari petani, nelayan, hingga konglomerat Beliau dikenal mereka. Ada satu bab yang aku baca dari buku itu dan aku menemukan beliau adalah sosok yang suka merenung (iya nggak ya?-red). Beliau melihat petani yang sedang menggarap sawahnya dan lalu bertanya,
Aaaaa…bingung ceritainnya..hanya saja, langsung aja deh kembali ke cerita. Bapak yang suka masakan pedas dan Tatar yang suka manis, Mama pastinya ingin menyenangkan keduanya. Makanya Mama masakin sayur merah yang pedas dengan tingkat kepedasan yang tidak tinggi. Hal ini agar Tatar mau makan pedas dan Bapak tetap bisa makan pedes. Tentang bagaimana kita bisa mengambil kebaikan-kebaikan yang ada dari masing-masing keadaan, lalu dengan akal kita memilih kebaikan yang terbaik dan yang paling sesuai kondisi bangsa kita (dengan analisis SWOT berdasarkan tujuan yang hendak kita tuju). Dari sinilah seharusnya kita berpikir dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan. Seperti dalam pengambilan kebijakan menaikkan harga BBM ini. Pengen berkhuznudzon aja , bahwa sebelum mengambil kebijakan ini, pemerintah sudah menanyakan kepada ahli-ahli yang berkaitan (misalnya ahli minyak bumi, ahli ekonomi, ahli transportasi, ahli teknologi, dan ahli energy) tentang bagaimanakah pandangan mereka dalam menghadapi krisis BBM ini. Lalu, kesemua ahli itu mempresentasikan bidang yang memang mereka kuasai dan kira-kira ada hubungannya dengan masalah krisis BBM itu di depan para anggota DPR (seperti yang terjadi dalam siding BPUPKI I). Kita tahu bahwa tidak semua anggota memahami dan melihat masalah itu dari bidang tertentu, mereka bisa jadi hanya bicara masalah politik, untung ruginya. Setelah itu, baru anggota DPR harusnya secara berpikiran terbuka dengan I’tikad yang baik bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan saling bertukar pikiran yang berdasar lho ya tapi. Sebelum sidang selanjutnya, bisa saja masing-masing anggota tadi secara individual atau kelompok berdiskusi dan nantinya mempresentasikan hasil diskusi mereka berupa kebijakan apa yang sebaiknya diambil. Setelah kesepakatan terjadi (diiringi analisis SWOT lho ya menimbang Kekuatan, Kelemahan, Ancaman, dan Tantangan yang dihadapi ketika kebijakan ini diambil), barulah siding selanjutnya adalah membuat rancangan redaksi berupa RUU ataupun bentuk kebijakan yang lain. Bisa jadi masing-masing anggota boleh menyampaikan redaksi undang-undangnya. Yaa, kira-kira inilah yang aku dapatkan hari ini. Semoga bermanfaat ya, walaupun bahasa campur aduk. Semoga esensinya dapat. Mau nulis yang lain.hihihihi..
KEEP ISTIQOMAH n BISMILLAH yaaa…\(^v^)/ \(^v^)/ \(^o’)/