You are currently browsing the archives for 16 August 2013.
Displaying 1 entry.

Ketika (calon) Apoteker Berbicara Hukum

  • Posted on August 16, 2013 at 6:51 am

Ketika (calon) Apoteker Berbicara Hukum

Bismillah.

Ada baiknya kita mengawali pagi ini dengan

ALQUR’AN HARI INI:

“Sungguh, al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang Mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar (Q. S. Al-Isra : 9)

Berbicara huku, aku jadi teringat pada diskusiku menjelang PPSMB ini dengan partnerku dan narasumber yang kupercaya (hehehe). Dan ini salah satu hasil diskusinya. Jengjengjeng. Menghasilkan sebuah teori yang kami sebut Teori Kepribadian-Kapabilitas untuk menjabarkan karakter prophetic yaitu amanah (Dapat Dipercaya).

TEORI KEPRIBADIAN-KAPABILITAS yang kupahami dari konsep Prophetic Skill dalam PPSMB (Terima kasih pada mas Taufik R. buat penjelasannya. Namamu masuk blogku lagi mas. Emang dulu pernah, Nis?hahaha#plak.)

TEORI KEPRIBADIAN-KAPABILITAS

Aku pernah mendengar, entah itu hadits atau apa (Wallahu a’lam), bahwa ada 3 cara yang bisa kita lakukan ketika kita melihat suatu kejahatan atau kezaliman terjadi pada seseorang. Jika dihubungkan dengan teori kepribadian-kapabilitas, 3 cara itu adalah sebagai berikut.

Cara yang pertama adalah kita menghukumnya atau memberikan tindakan langsung kepadanya. Siapa orang yang bisa melakukannya?

Dalam teori kepribadian-kapabilitas, orang-orang yang bisa melakukan aksi ini adalah orang berilmu yang memiliki wewenang, dalam hal ini berarti ketika kejahatan itu terjadi, beliau-beliaulah yang bertanggung jawab menindaknya. Karena Negara kita adalah Negara hukum, makanya ada pengadilan yang mengadili orang-orang yang berbuat jahat dan zalim tadi. Sekarang yang jadi permasalahan adalah bagaimana dengan hukumnya sendiri? Di sinilah kita butuh orang-orang yang berilmu, yang memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang hukum dan teori hukum yang berhubungan, sehingga dalam membuta peraturan mereka ada dasarnya dan bisa mengembangkannya sesuai dengan kondisi di masyarakat saat itu. Orang-orang hukum itu makanya harus kritis dan kreatif. Hukum yang dibuat harus adil. Dan mungkin untuk anak-anak hukum, kita harus lebih memahami teorinya seperti apa ya. Ketika hukum sudah sip dan siap dijalankan, sekarang kita masuk ke pelaksaan system hukum yang diambil tadi. Di sini kita membutuhkan para pelaku penegak hukum yang tegas dan tidak pandang bulu. Artinya, ketika hukum sudah benar dan sudah ada peraturan yang harus dipatuhi, siapapun baik pejabat ataupun masyarakat biasa yang melanggar, ya harus ditindak. Dihukum sesuai kejahatannya. Nah, kita perlu perhatikan lagi terkait pemberian sanksi. Sanksi yang diberikan memang harus bersifat jera bagi pelaku kejahatan, namun mereka juga manusia yang diberi akal oleh Tuhan. Mengapa mereka tidak kita manfaatkan akalnya untuk berpikir dan melakukan sesuatu yang membaikkan kehidupan mereka setelah mereka bebas nanti? Lebih baik kita memberikan hukuman yang konstruktif, daripada hukum yang destruktif. Apalagi orang yang jahat kan biasanya mereka itu kreatif dan ahli strategi dalam melakukan aksi kejahatannya. Nah, adanya sanksi ini harus bisa mengarahkan pola pikir mereka dan potensi mereka kea rah pembuatan strategi aksi kebaikan. Setidaknya setelah lulus, mereka dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kalo dipikir-pikir, target/pelaku kejahatan ini dalam teori kepribadian-kapabilitas adalah orang kuadran III dan kuadran IV ya.hehehehe

Itu cara yang pertama.

Cara yang kedua, adalah dengan menegur atau menasehatinya. Siapa orang yang melakukan ini? Orang ini tentunya memahami betul bahwa apa yang penjahat/orang yang zalim lakukan itu adalah belum benar. Hanya saja dia tidak memiliki wewenang untuk menindak langsung orang itu, mungkin karena ya dia memang tidak punya wewenang menghakimi  orang lain, pokoknya terkait dengan kapabilitasnya. Sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah menasehatinya atau mungkin bisa jadi dia sudah melakukan aksi dengan melapor tindakan kejahatan/kezaliman itu kepada pihak yang berwajib. Sehingga cara I pun dapat dijalankan oleh pihak kuadran I. Makanya ada posko pengaduan masyarakat/kanalKPK. Setidaknya disini, orang sudah melakukan suatu upaya agar kejahatan itu tidak terjadi. Bukan begitu, KPK?Hehehehe

Cara yang ketiga adalah dengan mendoakannya. Yaaa, mungkin inilah yang menjadi alternative orang banyak. Ketika tidak ada yang bisa dilakukannya, sebenarnya dia harus menyadari bahwa masih ada 1 hal yang mungkin, yaitu mendoakan agar kejahatan itu segera diatasi. Seperti ada orang yang ketika melihat masalah orang lain, dia mungkin tidak bisa membantu. Dan dia hanya bisa mendoakan. Bukan berarti apatis, hanya saja dia merasa dia juga memiliki masalah yang sama banyaknya dengan orang itu yang harus dia selesaikan sendiri. Bukankah kita harus memulainya dari diri kita sendiri, dari hal yang kecil, dan dimulai dari sekarang? Ketika kita sudah baik, orang juga akan baik kepada kita. Siapa orang-orang yang seperti ini? Mungkin tidak termasuk dalam kuadran itu, atau bisa jadi juga masuk kuadran II. Semoga.

Apakah ini yang sedang terjadi dan harus kita lakukan untuk Mesir? Which one do you choose? Mari kita melihatnya tidak hanya dari sudut pandang kita sendiri. Karena bisa jadi ada bahaya yang lebih besar mengancam ketika kita melakukan tindakan yang sembrono, meskipun itu adalah hal yang benar. Bukan begitu, Pak Presidenku, Pak SBY? Entah kenapa aku merasa Bapak sedang mengemban amanah yang begitu besar pertanggungjawaban dan pengorbanan yang Bapak lakukan demi eksistensi bangsa ini. Terima kasih, Bapak. Aku tidak tahu apakah intuisiku kali ini benar atau tidak, dari semua yang terjadi, aku merasa memang ada yang Bapak sembunyikan akan tetapi tidak bisa diberitahukan karena ini akan mengancam eksistensi bangsa kita. I don’t know why I think this way. Wallahu a’lam.

 

 

NB: Barusan buka twitter dan menemukan bahwa kita bisa baca Qunut Nazilah dan Doa khusus untuk Mesir. Ini aku lansir dari websitenya dakwatuna.:)

“Kita wajib memberikan dukungan, sekurang-kurangnya melalui doa. Kekuatan doa itu sangat dahsyat,” kata Said di jakarta, Kamis (15/8).

“Saya menhimbau kepada umat Islam agar membacakan qunut nazilah disetiap shalat fardhu, bahkan di dalam khutbah Jumat. Doa untuk Mesir bisa dibacakan dalam doa khutbah kedua,” sambungnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/16/38001/ketua-pbnu-umat-islam-baca-qunut-nazilah-dan-doa-khusus-untuk-mesir/#ixzz2c5Cia2oU
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

#PRAY_FOR__MESIR

Inilah kicauan pagiku hari ini. Mengawali pagi dengan memahami HUKUM dari sudut pandangku sendiri. Mungkin banyak orang yang meragukannya. Aku tidak peduli, walaupun aku tidak menuliskan daftar pustaka sumber penulisannya. Karena ini bukan tulisan ilmiah, hanya sebuah kicauan dan coretan seseorang yang berusaha memaksimalkan potensi yang dia miliki demi sebuah perbaikan aksi dan perjalanan. Itu saja.

Semoga bermanfaat. JUMAT PAGI INI, JUMAT BAROKAH. AGUSTUS KEMENANGAN.

16 Agustus 2013, satu peristiwa penting terjadi hari ini. Peristiwa Rengasdengklok. Apa yang bisa kita ambil dari momen itu? Ayo beli JAS MERAH lagi. JAS MERAH yang paling tua, lalu dimodifikasi biar modis.whehehehe