Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Polarity

  • Posted on September 2, 2013 at 7:49 pm

Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Polarity

Bismillah…Assalamu’alaykum.

Alhamdulillah, KCAB Edisi September CERIA ini bisa kembali hadir di hadapan para pembaca setia blogku yang entah ada berapa jumlahnya, bisa jadi malah tidak ada sama sekali. Maklum, Aplikasi untuk melihat jumlah pengunjung blog belum saya pasang.hehehe

Dan untuk mengawali tulisan ini, sebelumnya saya ingin mengucapkan

SELAMAT DATANG, INTELEKTUAL MUDA UGM..GAMADA 2013..

Dimana-mana yang ada adalah quote-quote inspiratif yang menginspirasiku untuk tetap bertahan dalam kepanitiaan ini. Curhat sedikit deh, sebenarnya untuk apa ikut kepanitiaan ini lagi? Bukankah angkatan 2010 yang notabene menjadi angkatan tertua tahun ini harus memikirkan hal lain yang lebih pantas untuk dipikirkan? Hmmmm… Tak tahulah, I just wanna doing something that I like. Just like doing this, writing my opinion, my imagination, my world on the paper, just like making oneby one paperplane that will be ready to be flight. Someday.

GAMADA 2013, Berjuang Bersama Mencapai Kedaulatan Bangsa. Semoga agenda 1 minggu selama awal September ini akan menjadi bekal bagi kalian dalam menghadapi dunia perkuliahan ya. Selamat Datang di miniature Universitas Kehidupan, jika saya boleh mengatakannya demikian. (Emang ada yang nglarang ya nis? Maybe..:) )

Berbicara tentang polarity atau polaritas. Kenapa hari ini tiba-tiba kepikiran hal ini ya? Mungkin karena inspirasi yang kudapat dari kakak tingkatku tentang kicauan mereka berdua di twitter, hanya saja yang mereka bicarakan adalah kutub magnet, tentang bagaimana magnet bisa tarik-menarik atau tolak-menolak. Terima kasih ya kakak untuk inspirasinya pagi tadi. Dan kata ini juga terpikirkan kala saya mengingat-ingat obrolanku dengan rekanku dalam tim NARA1000. Terlalu melebar, kembali ke topik awal.

Polarity.

Was ist das?

Das ist ein Wort.

Ja, Richtig. Aber, Was ist das auf Deutsch?

Hmmmmm…kliklokliklok…(Open the Dictionary..Entcshuldigung, My weakness is still vocabularies. J )

Okay, cukup bicara bahasa planet itu. Besok aja jika sudah menginjakkan kaki di sana. Aamiinnn…Inginku, siapapun yang ke Jerman, pengen aku titipin sebuah coretan/pesan, paperplane mungkin, isinya gini…

Khairu Nishaa, S. Farm, Apt. will be here. Just wait Her.

 

Besok nitip kakak tingkatku aja dulu ah, semoga beliau berkenan. Aamiin. Doain ya kawan..Danke schon..:)

Tuh kan melebar lagi, hmmmmm..

Polarity. Menurut Oxford Dictionary yang kupunya, polarity merupakan sebuah kata benda. ????

This is the explanation.

Polar/ adj 1 of or near th North or South Pole, 2 Directly opposite.

Polarity/ n [U] state of having two opposite quality or tendencies.

Hmmmm..kalo ngeliat dari definisinya, kok merasa agak jauh ya dari tujuan awal mengangkat tema ini? Apa yang harus saya lakukan? Tetap menuliskannya kah atau mengubahnya menjadi topic yang lain? Tanyakan saja pada goyangan rumput liar.

Berbicara tentang polaritas, yang kuingat adalah kromatografi. Apa itu kromatografi, kakak? Yang masih angkatan 2012, apalagi para GAMADA atau FARMADA pasti belum tahu kata ini. Ya, kan? Hahahaha..#devil_laugh. Makanya, baca terus aja ya, biar nanti begitu masuk kuliah, langsung pada ahli kromatografi yang harusnya diambil pada semester 4. Yeaahh, Richtig. That will be a long journey for you to know about this, Kid. Hihihihi

Dalam kromatografi, kita akan mengenal adanya 2 fase utama yang digunakan untuk pemisahan. Karena memang kromatografi diciptakan untuk memisahkan. Jahat banget ya? Pemisahan disini maksudnya adalah kromatografi akan memisahkan berbagai macam makhluk (Ceileeee..bahasanya…obat/bahan aja dibilang makhluk.), makhluk disini maksudnya obat lho yak arena dalam obat itu ada berbagai macam komponen. Ketika semua makhluk ini dipisahkan, kita akan dapat mengetahui benar tidaknya makhluk yang ada dalam obat itu sesuai label yang dicantumkan dalam kemasan, baik secara kualitatif (jenisnya) maupun kuantitaif (jumlahnya).

Yang jadi pertanyaan sekarang, Apa yang membuat kromatografi ini mampu memisahkan berbagai macam makhluk yang telah bersatu untuk melawan penyakit, Kakak? Apakah dia masuk dalam obat dan mengadu domba masing-masing golongan makhluk itu lalu memisahkan mereka? Apakah dia bermuka dua hanya demi mencerai-beraikan mereka? Ataukah dia hanya jadi pihak ketika? (Kok malah kayak jadi sinetron lagi ya? Kali ini sinetronnya berjudul, “Gara-Gara Kroma Seminggu” karena waktu running-nya 7 x 24 jam.

Bukankah persatuan itu yang kita junjung-junjung selama ini. Bahkan ada pepatah yang mengatakan Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Kamu ngomong gitu jangan-jangan kamu keponakannya Om MT ya? Heehehehe..

Bukan begitu adikku,

Mari kita review lagi apa yang sudah kakak sampaikan di awal. Kakak sempat menyebutkan adanya 2 fase utama yang mendukung ‘kejahatan’ kromatografi ini. Heyy..heyy..heyy..Siapa dia?

Mereka adalah si Diam dan si Gerak. Dari namanya aja kita bisa mengetahui kan adanya 2 hal yang sangat bertolak belakang dan kecenderungan di sini. Yang satu sukanya diam, yang satu sukanya gerak. Apa yang terjadi ketika si Diam dan si Gerak bertemu? Penasaran? Buat script sinetron lagi ah, judulnya “Ketika Cinta dalam Diam dan Gerak Bertemu”. Eaaaaa…ihiiiirrrr…Prikitiew….Apakah mereka akan bersatu?

Jika diibaratkan sebuah sinetron, si Diam dan si Gerak disini ternyata sama-sama jahat karena mereka memiliki guru yang sama atau sekolah yang sama, nama sekolahnya sekolah Kromatografi. Sekolah ini akan menghasilkan generasi-generasi yang seragam pada awalnya, generasi yang baik, cerdas, dan bermanfaat bagi masyarakat. Masuknya mereka dalam sekolah ini mengakibatkan anak-anak lain atau generasi yang pada mulanya satu pabrik keluarannya, jadi beranekaragam. Si Diam dengan sifatnya yang memang pendiam dan nyaman dengan kehidupannya saat ini tanpa mau melakukan suatu perubahan, menawarkan kepada teman-temannya untuk hidup santai. Mottonya, “Just Enjoy Your Life in This Chair”. Seolah-olah dia sangat nyaman dengan dunianya sendiri yang nyaman. Anak-anak yang selama ini berusaha melakukan hobinya untuk membuat suatu perubahan pun mulai menyadari bahwa mereka juga ingin melakukan hobi untuk senang-senang, just enjoy my life. Generasi-generasi ini pun masuk dalam perangkap si Diam dan menjadi apatis terhadap lingkungannya. Mereka menjadi nyaman dalam zona kenyamanan mereka sendiri.

Lain lagi si Diam, Lain lagi cerita tentang si Gerak. Si Gerak ini sangat reaktif, dia sukanya bergerak terus, kadang arah geraknya lurus, melenceng kanan, melenceng kiri, kadang ke atas, kadang ke bawah, kadang miring. Hanya saja dalam bergerak, pada awalnya si Gerak ini butuh bantuan sahabatnya, si Gravi. Gravi adalah sahabat desa yang gendut yang si Gerak sembunyikan dari rekan-rekan sebayanya di sekolah karena dia malu. Si Gerak akan bergerak dan gerakannya yang menarik bagi kawan-kawannya di sekolah Kromatografi mengakibatkan teman-temannya jadi terpengaruh pada sifatnya si Gerak yang mau enaknya sendiri, mengadu domba orang lain, dan mengikat orang lain. Mengikat orang lain ini, si Gerak punya beberapa level ikatan. Ketika anak lain dirasa mampu diikat kuat, maka dia akan mengajaknya berlari lebih cepat untuk segera keluar dari sekolah Kromatografi. Kalo anaknya tidak kuat, dia akan ditinggal si Gerak, yang mana selanjutnya akan diambil oleh si Diam untuk menjalankan prinsipnya, “Enjoy your own Life”. Sama-sama licik ya? Kenapa kepala sekolah kromatografi tidak mengeluarkan mereka saja dari sekolah?

Pada awalnya, ketika si Diam dan si Gerak diterima di sekolah ini, pihak sekolah memang agak sebal dengan ulah nakal mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak sekolah pun mulai menemukan kebermanfaatan dari dua anak ini. Adanya dua anak ini akan menjadi skrining awal bagi sekolah untuk melihat anak mana saja yang sebenarnya bisa diluluskan dan dibiayai kelanjutan belajarnya, karena inilah keunggulan sekolah Kromatografi. Anak yang berpotensi, cerdas, baik hati, dan bermanfaat bagi masyarakat akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Universitas PCR (Polymer Chain Reaction), sebuah universitas terkemuka di kota Moleculaylysis. Dan sebenarnya si Diam dan si Gerak ini adalah anak yang cerdas dengan IQ di atas rata-rata dan berpotensi untuk mendapatkan beasiswa ini. Hanya saja mereka kekanak-kanakan dan pemalas. Mereka lebih memilih untuk bermain-main dengan temannya. Dan pihak sekolah pun merasa agak diuntungkan dengan karakter mereka yang seperti itu, sehingga secara diam-diam si Diam dan si Gerak ini mendapatkan beasiswa seumur hidup untuk tetap sekolah di sekolah Kromatografi, dengan syarat akan mempertahankan sifat kekanak-kanakan, keras kepala, dan pemalas mereka.

Lalu, apakah si Diam dan si Gerak ini akan tetap bertahan di sekolah Kromatografi dan menjadi pemisah generasi satu pabrikan di dalamnya?

Ataukah mereka mulai menyadari potensi diri mereka bahwa mereka bisa studi di Universitas PCR dan mulai menata hidup mereka?

Penasaran?

Tunggu KCAB berikutnya yaaaa…:)

Itadakimasu.

Please Comment Here :)

Leave a Reply