Ketika (calon) Apoteker Berbicara Bisnis Jamu

  • Posted on October 1, 2013 at 5:53 am

Bismillah,
Assalamu’alaykum, saudara-saudaraku sebangsa setanah air,
salam oktober sakti.hohoho
Kenapa disebut sakti?
Karena bulan Oktober ini ada banyak momen yang bersejarah, sebut saja 1 Oktober yang disebut sebagai Hari Kesaktian. Hayooo, siapa yang lupa? Jangan sekali-kali melupakan sejarah, jasnya jangan ditinggal ya..:)
Tapi, pagi ini saya tidak ingin membicarakan hari kesaktian pancasila, karena kasihan juga pagi-pagi disuruh menyimak pelajaran Pancasila (Hayooo yang kuliah Pagi ini, yang rajin ya, ingat poin kedisiplinan yang ditanamkan pada P2SMB kemarin, itu tidak hanya berlaku selama 4 hari, tapi selama 4 tahun, selama kita kuliah, hingga kita kembali.
Jadi, pagi ini saya akan membicarakan, jengjengjengjeng….
Bisnis Jamu.
Bisnis jamu? Yang terbayang di benak rekan-rekan sekalian pasti adalah bakul jamu gendong yang berjalan dari satu rumah ke rumah yang lain, atau yang pakai sepeda/motor (lebih modern sedikit), atau depot jamu. Itu sudah biasa terjadi kan dalam bisnis jamu?
Dan hari ini saya ingin berbagi sedikit, karena jujur saya bingung dengan bisnis jamu yang harus dikembangkan, apalagi menghadapi Harmonisasi Asean 2015, jamu harus tetap eksis, kecuali jamu dimaknai lain kemudian. Kita tunggu di kuliah fitoterapi dan etnomedisin saja yaaa….
Bisnis jamu yang lebih modern?
Mungkin kita harus melihat dulu materi Fitoterapi dan Etnomedisin minggu lalu,
dimana kita akan mengenal adanya komprehensif/multidrug theraphy dari jamu, dia efeknya tidak seperti obat sintetik, makanya kalo mau ngembangin fitofarmaka, ini yang jadi permasalahan.
Jadi ingat kuliah Farmakoterapi,
masa lalu tidak usah diputar kembali,
sepertinya kedua unit ini harus didamaikan ya? hihihihi
Berbicara tentang farmakoterapi dan fitoterapi, kita akan mengenal 4T 1W dan 5T. Apa saja gerangan?
5T (Tepat Bahan, Tepat Dosis, Tepat Penggunaan, Tepat Cara Penggunaan, dan Tepat Penggunaan dengan Tujuan Pengobatan) bila kita lihat dan kaji lebih dalam, kita akan menemukan berbagai macam peluang pasar dan bisnis di sana yang bisa dihandle oleh apoteker? Kenapa harus apoteker? karena Apoteker lah yang bisa me-manage hal ini, tapi kita tetap butuh bidang ilmu lain, kan ini bahan Alam, Indonesia pula.hehehe
Dan saya ingin menekankan pada T yang pertama,
Tepat Bahan. Jika dikembangkan menjadi bisnis yang menarik, saya rasa hal ini akan menjadi tren baru bagi anak-anak FBA yang kebetulan banyak yang mengerjakan skripsi tentang bahan Alam, siapa tahu bisa jadi kenang-kenangan untuk dosen pembimbing dan dosen penguji gitu, yang tidak akan lekang oleh waktu. Karena bisa dipajang dan menunjukkan apresiasi dan penghargaan kita kepada beliau-beliau yang telah membimbing kita slama ini.
Mari kita hindari ucapan komdis kita tercinta, “Apresiasi Kalian Rendah !!!!”, okay????

Selamat beraktivitas pagi ini. salam semangat dan salam unyu unyu unyu…

Wassalam. 🙂

Please Comment Here :)

Leave a Reply