You are currently browsing the Inspirasi Kampusku category
Displaying 1 - 7 of 7 entries.

PAPERPLANE : SEBUAH HARAPAN

  • Posted on August 15, 2013 at 10:59 pm

Bismillahirrahmanirrahim. ūüôā

“Allah telah membeli jiwa-jiwa kalian dengan syurga-Nya”

(Q.S. 7 : 111)

 

Laa yukallifullaha nafsan illa wus’aha (Allah tidak membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya). |Jadi, yakinlah mampu. Bismillah. ūüôā

 

Dimulai dari pendidikan karakter dengan konsep prophetic learning, dirangkai dengan penjagaan lembaga sebagai wahana belajar mahasiswa, dilanjutkan dengan kegiatan perkuliahan berbasis pendekatan 7C terbalik dan MAF (Madani Asisten Forum) dengan menjaga budaya intelektual (baca, tulis, dan sampaikan/diskusikan). Perlu diperhatikan tentang makna baca dan tulis yang sebenarnya dalam memahami ilmu (ilmu ada 3, ilmu profesi, ilmu pengembangan diri, dan ilmu humaniora). Adanya MAF akan menghidupkan kolaborasi dosen-mahasiswa dalam riset pengembangan obat untuk pelayanan kesehatan di Indonesia. Kegiatan perkuliahan didukung kurikulum dengan pendekatan 7C terbalik dan peminatan farmasi dibagi 2, farmasi klinik (FKK) dan farmasi sains (dengan 3 ranah bidang, FST, FBA, dan FI) dimulai sejak semester 3, dengan penanaman karakter profetik (4 sifat kenabian dan akhlak terpuji lainnya) disertai kemampuan intelektualitas yang kritis dan kreatif pada diri mahasiswa untuk bersemangat mencari ilmu guna menciptakan kebermanfaatan bagi masyarakat, Farmasi Madani akan dapat terwujud. Ketika itu terjadi, Innovative Driven Era 2020 akan terwujud melalui Pengembangan Fitofarmaka sebagai ujung tombak sistem pengobatan dan pelayanan kesehatan di mana Pharmaceutical Care dengan karakter asli budaya ketimuran Indonesia diterapkan , yakinlah Indonesia Emas 2045 akan tercapai.

Dengan semangat membangun kepedulian, kembali kepada budaya membaca dan menulis, berpikir kritis-kreatif dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat, menjaga apa yang telah diajarkan oleh agama dan kepercayaan kita masing-masing,

AKU BERHARAP

AKU PERCAYA

bahwa

1 LANGKAH INI

Adalah SATU LANGKAH PANJANG

DALAM MENCAPAI RIDLO-NYA.

Tidakkah kau ingin mewujudkannya bersamaku?

DALAM SEBUAH HARAPAN

AKU PERCAYA

KINI,

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

JIKA ITU MEMANG APA YANG MENJADI KEHENDAK-NYA.

:’)

 

Karena kita , mahasiswa

adalah

INTELEKTUAL yang berusaha menciptakan sebuah cita

MASYARAKAT MADANI

karena itulah

kita harus memahami posisi kita

sebagai

INTELEKTUAL MADANI UNIVERSITAS GADJAH MADA (IM UGM)

dalam satu cita

“Dari Ilmu, Oleh Intelektual, Untuk Indonesia”

 

Do I Dream High?

Yes, I Do. Because this is what I’ve chosen for my life and my ever after life.

Lillahi ta’ala.

Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Catatan

  • Posted on June 28, 2013 at 9:51 pm

-Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Catatan-

Alhamdulillah, Assalamu‚Äôalaykum semua pembaca coretan atau yang biasa kunamai paperplane ku. Lancar semua kan agenda kebaikanmu hari ini? Buat temen-temen 2010 yang mau berangkat KKN, Selamat dan Sukses ya Mengabdi kepada Negeri. Semoga aku masih diberi kesempatan oleh-Nya merasakan indahnya mengabdi kepada negeri, seperti kembali kepada pertanyaanku yang dulu: Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu, bangsamu, negaramu, dan agamamu? Hari ini aku ingin berbicara dengan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya tentang apa yang aku jalani ini. Long Journey in 369th km part 3 dalam fase hidupku. Iya, aku biasa menamakan perjalananku merupakan sebuah perjalanan yang panjang dan penuh makna. Bukan akhirnya yang penting, tapi apa yang bisa kita nikmati dan maknai selama perjalanan ini. Seperti perjalanan ini, perjalanan yang berawal dari satu keputusanku untuk memilih TULISAN sebagai sesuatu yang bisa kuberikan untuk almamaterku, bangsaku, keluargaku, dan agamaku. Apa lagi yang bisa kuberikan selain tulisan? Melihat diriku yang mungkin bagi sebagian orang senang untuk asyik dengan dunia pikirannya sendiri, aku menjadi anak/orang yang jarang berbicara. Iya, dan aku pun mulai menyadarinya. Meski aku tahu bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting, apalagi posisi kita sebagai makhluk sosial yang pastinya butuh orang lain untuk menjalani hidupnya. Dan aku pun masih belajar. Mungkin hanya aku saja yang belajarnya terlalu lambat. Mungkin.. Long Journey Part 3. Aku ingin bercerita perjalananku selama hampir 1 bulan lebih ini dalam mengikuti apa yang aku anggap sebagai peluang pertama dan mungkin terakhir bagiku untuk almamaterku, PIMFI. Apa sih PIMFI dan kenapa begitu penting? Jika kalian bertanya itu kepadaku hal itu, aku akan kembali bertanya kepada kalian, Apakah PIMFI itu tidak penting? 18 Mei 2013, Di sela-sela kesibukanku untuk mengerjakan proyek dosenku dan amanahku di tim training PPSMB FARMASI UGM 2013 ini, aku dikenalkan dengan suatu ajang yang sangat bergengsi, yaitu PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia). Yaa, bergengsi karena hanya Dari Farmasi, Oleh Farmasi, dan Untuk Indonesia. Ditambah lagi tema yang sangat menarik untuk dibahas saat ini, ‚ÄúEksplorasi Biodiversitas Borneo dalam Eksistensi Pengobatan Herbal di Indonesia‚ÄĚ di Pontianak nanti Agustus 2013. Salah satu lomba yang diadakan adalah LKTMF (Lomba Karya Tulis Mahasiswa Farmasi) di mana dalam karya itu kita boleh menyampaikan gagasan kita terkait pengembangan fitofarmaka. Kalian tahu? Aku adalah mahasiswa yang terbiasa mencatat apapun yang ada di kepalaku, ketika mulut ini tidak bisa atau belum mau berbicara. Mungkin karena kecepatan pikiran dan tanganku bergerak lebih cepat dibandingkan koordinasi otak dan mulutku. Karena tiap manusia memang berbeda-beda, dengan segala lebih dan kurangnya, begitu pula aku. LKTMF dengan tema pengembangan fitofarmaka. Dan pikiranku pun tertuju pada satu kata itu. Dan mengingatkanku pada apa yang Allah berikan kepadaku, yaitu pikiran, tangan, dan kekuatan untuk menulis. Lalu, apa yang kamu lakukan Nis? Dari dulu, aku bukan anak yang suka menyampaikan gagasanku secara langsung dan aku terbiasa menuliskan ide-ideku hanya di buku harianku. Entah gagasan itu akan terwujud atau tidak, aku hanya ingin memikirkannya. Dan apabila aku menemukan bahwa ide itu sudah terwujud, Aku akan bersyukur bahwa Allah memberikanku kesempatan untuk memikirkan hal itu. Tak perlu lah kusampaikan pada banyak orang tentang itu. Lalu, kenapa kamu menulis ini, Nis? Kenapa ya, aku hanya ingin melakukannya karena-Nya, karena kesempatan kedua yang diberikan-Nya padaku, mengingat diriku yang dulu sempat mundur dari lomba yang diadakan oleh Syamsiddhuhafoundation, pengembangan obat herbal untuk terapi lupus. Walau selama perjalanan yang hampir berakhir ini , entah akan berakhir baik atau tidak, Ketika aku hendak menyuarakan apa yang aku pikirkan, begitu banyak yang terjadi. Entah bagaimana orang-orang yang memandang betapa anehnya diriku, repot banget, atau ada yang tidak suka dengan konsep yang akan aku ajukan, aku tahu. Aku teringat kata temanku bahwa tidak semua orang akan menyukaimu, Nis. Aku sadar akan hal ini, tentang bagaimana diri ini nantinya dibilang sok idealis, sok nasionalis. Aku hanya ingin menyampaikan untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya dalam hidupku sebagai mahasiswa biasa di farmasi ini, sebuah fakultas farmasi tertua di Indonesia, untuk merasakan berbagai rasa di dalamnya, bahwa segala daya, upaya, darah, keringat, biaya, dan air mata akan terbayar pada waktunya demi kecitaan kita pada satu bakti kita, sebagai apoteker nanti (sebelum menulis ini, aku sempat memikirkan apakah mimpi ini akan tetap berjalan, akankah aku bisa menyelesaikan S1 ku, akankah aku bisa mengenyam pendidikan profesi, melanjutkan S2 ku, mengabdikan diriku untuk obat-obat herbal Indonesia, dan bahagia bersama keluargaku nanti?) kalaupun aku akan pergi, setidaknya aku pernah menuliskan ini dalam blog ku. Biarlah generasi mendatang yang akan melanjutkannya ketika diri ini memang sudah waktunya bertemu dengan-Nya. Tidakkah kau ingin bertemu dengan-Nya dalam sebaik-baiknya pertemuan? Lagipula, tadi sempat terpikir apakah aku akan segera kembali, Aku juga rindu dengan mamaku, dimana nanti ketika semua memang benar-benar berakhir ketika aku hanya mampu menuliskannya, aku tetap akan bisa di sana, bersama mamaku, mengamati bagaimana kalian semua berjuang untuk mengangkat citra bangsa kita, bagaimana kalian mencoba untuk menciptakan sebaik-baiknya Indonesia. Itu pesanku, apapun cita kalian, tuliskanlah‚ĶTuliskanlah..Kita tidak akan pernah tahu siapa, dimana, kapan, dan bagaimana orang akan membaca tulisan kita. Untuk saat ini, di fase terakhir Long Journey in 369th km ini, aku percaya. Aku membutuhkan dukungan dan doa kalian semua, teman-temanku, saudara-saudaraku, bahwa demi sebuah cita untuk bangsa, Kami akan tetap berjuang. Dukunglah kami dengan apa pun yang kalian punya, Untuk Nabila dan Muty, rekan tim ku yang sangat aku sayangi dan aku andalkan, tanpa kalian mungkin aku tidak akan bisa berpikir untuk melihat sudut lain yang tidak kupikirkna. Jaga kesolidan kita dan semoga ini akan menjadi amalan kita untuk kita pertanggungjawabkan nanti dihadapan-Nya. Teruntuk mbak Dina juga, mbak yang selama ini menyerocoki-ku dengan berbagai pertanyaan sejak awal mula kusampaikan gagasanku dan citaku ini, terima kasihku untukmu kakak. Ketika mbak Dina mulai merasa bersalah karena pertanyaannya yang membuatku terdiam, Aku pun bilang ‚ÄúGapapa Mbak. Justru itu belum aku pikirkan. ‚Äú Dan aku pun akan mulai berusaha mencari jawaban itu, entah melalui pikiranku, bacaanku, pengamatanku, pendengaranku, dan pemahamanku, tentunya dengan izin-Nya. Aku bahkan sempat merasa ada yang salah dengan jalan pikiranku (yang memang belum semua memahaminya dan aku hanya bisa minta tolong ALLAH untuk menyampaikannya pada mereka yang belum paham diriku dengan cara-Nya.:) ). Terima kasih, Kak Dina. Aku akan selalu mengingatmu sebagai teman dalam perjalanan ketiga ini.

Teruntuk almamaterku, bangsaku, keluargaku, dan agamaku, Izinkanlah aku, Muty, dan Nabila mempersembahkan sebuah karya kami dalam judul

‚ÄúMENGEMBALIKAN IDEALISME PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN FITOFARMAKA SEBAGAI IDENTITAS HERBAL ASLI INDONESIA MELALUI PHYTOPHARMACA RESEARCH AND INFORMATION CENTER (PRIC)‚ÄĚ

untuk kami ajukan pada PIMFI 2013 ini.

Proposal sudah masuk pada tahap akhir penulisan dengan ending editing mala ini, insyaALLAH akan dikirimkan atas nama Universitas Gadjah Mada.

~Innash sholaati, wanusuuki, wamahyaaya, wamamaati, lillaahi rabbil ‚Äėaalamiin~

Tidak ada satu yang tidak mungkin bila itu kehendak-Nya. :’)

Serial Kakek dan Aku -Episode 2-

  • Posted on June 19, 2013 at 1:37 pm

-Episode 2-

Kakek, apa kabar kakek hari ini? Baik-baik saja kan? Aku lihat banyak cucu-cucumu yang datang hari ini. Bisa dibilang calon cucu, cucu yang akan membanggakanmu nanti.

Kakek, boleh kupinjam sebentar serambimu?

Boleh ku bersandar sejenak di sana?

Aku mungkin baru saja mengalami perjalanan yang panjang, Kek

Yang aku tempuh dengan berbagai emosi di dalamnya.

Kek,
Bolehkah aku sejenak menumpahkan hujan?

Aku mungkin kalah Kek,

Kekalahan yang membahagiakan. Setidaknya bagiku sendiri, semoga juga yang lain.

Sebelum semua terlanjur, Kek.

Kakek,

Apakah cucumu ini akan tetap berjalan di sini?

Apakah cucumu ini bisa membanggakan Kakek?

Kakek, Aku rindu pada kakek. Inginku mendengar cerita kakek tentang bagaimana guru-guru dulu membanggakan Kakek. :’)

Terima kasih kakek untuk serambinya selama ini.

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

  • Posted on June 6, 2013 at 10:01 pm

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

-World Class Research University, Akankah hanya sebuah mimpi?-

Ide penulisan ini sebenarnya muncul kemarin, hanya karena diri ini yang terlalu lelah hingga belum mampu merangkai jutaan makna lagi dan juga aku rasa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menutup chapter bulan Mei ini, Mei SHOW UP.

Masih ingatkan dengan tulisanku yang bertemakan sama dengan judul di atas? Di tulisan  sebelumnya aku bercerita tentang apa yang bisa kulakukan untuk keluargaku, almamaterku, dan juga bangsaku. Apa yang bisa Nishaa berikan untuk bangsanya? Yaa, mungkin sebagian orang akan berpikiran sok nasionali ataupun apa. Tapi, karena memang inilah saya, di mana saya percaya bahwa Pancasila memanglah satu-satunya yang lahir dari Indonesia, tanah air Indonesia, oleh putra Indonesia sendiri. Tentang bagaimana para pendiri bangsa ini berjuang untuk mencari seperti apa sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya. Dan beliau berhasil. Pancasila adalah satu bukti nyata cita-cita dan harapan yang mereka bangun untuk Indonesia. Dan kalian perlu ketahui juga (mungkin juga sebagian besar sudah tahu), ada ciri khas dari Pancasila ini yang membuat posisinya tidak bisa dikanan atau kirikan. Yaitu keterbukaan dan kedinamisan dari Pancasila. Pancasila sebagai ideology terbuka akan menempatkan dirinya sesuai bagaimana orang-orang memahaminya. Bingung ya? Ketika dalam suatu bangsa memiliki nilai-nilai yang buruk, maka Pancasila akan diterapkan dengan buruk. Menurutku inilah yang terjadi pada bangsa kita saat ini yang kita tahu bahwa sekarang sedang terjadi krisis Pancasila. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan orang-orang yang ada di dalamnya (bangsa Indonesia) belum memahami mana yang baik dan mana yang buruk, apa manfaatnya bagi orang lain maupun dirinya sendiri ketika melakukan suatu kegiatan/aktivitas. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Kita perlu kembali dulu kepada kedudukan Pancasila jika ingin memahaminya. Dan ini akan aku mulai dan aku hubungkan dengan sejarah almamaterku. Dulu.

UGM. Universitas Gadjah Mada , sebuah Universitas dengan nama seorang Patih di kerajaan terbesar di Indonesia yang memiliki cita-cita besar, ‚ÄúTidak akan bersenang-senang sebelum Nusantara dipersatukan‚ÄĚ. Adakah ini hubungannya dengan cita-cita UGM?

Berbicara tentang cita-cita, kita mau tidak mau akan berhubungan dengan 1 kata yang beberapa hari ini mulai aku pahami. VISI dan MISI. Berapa banyak mahasiswa UGM yang tahu cita-cita almamaternya sendiri? Acungkan jari gih..Waaaah, sejumlah mahasiwa UGM yang ada saat ini (Harapanku. Aamiin). Kebetulan selama musim PKM kemarin aku sempat meminjam buku kumpulan Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, yang kata mbak kosku hanya dimiliki oleh karyawan-karyawan UGM. Aneh nggak sih? Niatnya mencari ide dan inspirasi di sana, aku menemukan hal yang lain dan menurutku itulah yang semakin mengenalkanku pada almamaterku ini. Aku tuliskan ya apa sih sebenarnya visi dan misi Kampus Rakyat ini? Ini adalah kutipan yang saya ambil dari buku KKI UGM Untuk Anak Bangsa. Tidak ada maksud plagiatisme dalam blog ini, hanya untuk membagikan pada siapapun yang ingin membaca apa yang seharusnya dibaca.

Visi dan Misi

  1. VISI

Perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang inovatif dan unggul, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

  1. MISI
  2. a.         Mendidik bangsa Indonesia menjadi manusia susila yang cakap dan memiliki integritas berdasarkan Pancasila.
  3. b.         Mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan bagi kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Cita-cita UGM

Pada hakekatnya penyelenggaraan Universitas Gadjah Mada berasaskan cita-cita kemanusiaan sebagai penjelmaan mutlak hakekat manusia dan cita-cita kemanusiaan yang bersifat kerohanian yang tertinggi, seperti diletakkan di dalam Pancasila yang tersebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta tercermin di dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, serta usaha mempertahankan kelestarian ilmu pengetahuan merupakan suatu bentuk pelaksanaan tugas kebudayaan dan kemasyarakatan yang dibebankan kepada UGM, maka penyelenggaraan UGM mengarahkan kepada persiapan kepribadian yang tertuju kepada kematangan jiwa dan raga di satu pihak dan pengembangan ilmu pengetahuan di lain pihak.

Kematangan jiwa dan raga dijadikan dasar untuk membentuk manusia susila yang mempunyai kesadaran bertanggung jawab atas kesadaran bertanggung jawab atas kesejahteraan Indonesia khususnya dan dunia umumnya, dalam arti berjiwa bangsa Indonesia dan merupakan manusia budaya Indonesia yang mempunyai keinsafan hidup berdasarkan Pancasila.

Pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan untuk memperoleh kenyataan dan kebenaran yang bersifat universal dan obyektif. Maka sudah seharusnya UGM mempunyai kebebasan di dalam melaksanakan bawaan kodrat akal manusia untuk mencapai kenyataan dan kebenaran itu, suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik.

Selanjutnya, karena kenyataan dan kebenaran ini mempunyai sifat universal dan obyektif, maka sudah seharusnya pula warga UGM yang telah mencapai kenyataan dan kebenaran memiliki kebebasan untuk menyatakan kebenaran dan kebebasan kepada pihak lain, yaitu yang disebut kebebasan mimbar. Dalam pada itu, karena hasil manusia harus dipergunakan untuk keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan manusia sendiri, maka kebebasan itu wajib dilaksanakan dengan hikmat dan bertanggung jawab. Selanjutnya pelaksanaannya tidak dapat tidak harus berguna bagi kehidupan, keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan kemanusiaan, baik spiritual maupun materiil bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara sendiri. Bagi warga UGM hal itu berarti tidak boleh menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Jati diri UGM

Jati diri UGM adalah :

  1. Universitas Nasional

Universitas yang mempertahankan dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa serta mempertahankan NKRI dengan mengedepankan kepentingan nasional.

  1. Universitas Perjuangan

Universitas yang selalu berjuang memperhatikan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 secara demokratis dan berkepribadian Indonesia.

  1. Universitas Pancasila

Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, dalam kiprah penelitian (mengungkap kenyataan dan kebenaran, obyektivitas dan universalitas ilmu pengetahuan), pendidikan/pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat, selaras dan senafas dengan nilai-nilai Pancasila.

  1. Universitas Kerakyatan

Universitas yang selalu memperjuangkan dan mengedepankan kepentingan rakyat serta ikut serta mencerdaskan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kehidupan yang layak, kebahagiaan, dan kesejahteraan lahir dan batin berdasarkan Pancasila.

  1. Universitas Pusat Kebudayaan

Universitas yang menjadi tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia dan perikemanusiaan, agar warga masyarakat Indonesia menjadi insan yang berbudi luhur dan berwawasan nasional untuk membangun peradaban baru.

Lalu, ada hubungannya kah Nis dengan farmasi? Hmmm….kapan-kapan ya dilanjutin. Didoain aja ya istiqomah.:)

Sumber: LPPM, 2012, Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, Yogyakarta. Thx to mbak Dian buat bukunya yang menginspirasi.:)

 

-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

  • Posted on May 5, 2013 at 9:37 am

Berita Kampus Hari Ini (5 Mei 2013)
-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

Ahad (5/5/13), Yogyakarta- Sebanyak 3 pohon yang ada di lingkungan kampus farmasi UGM, tepatnya di kantin farmasi dilaporkan ditebang. Dengan peralatan seadanya, sebanyak 4 tukang dipimpin seorang mandor melakukan pemotongan pohon tersebut. Hal ini mengingat sudah tuanya usia pohon tersebut dan tingginya yang sudah melebihi tinggi gedung. Narasumber kami menyebutkan tujuan dari penebangan pohon ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang diakibatkan puting beliung, mengingat Yogyakarta yang saat ini sering dilanda hujan dengan intensitas yang tinggi disertai angin. Beliau menambahkan, Mengingat fungsi pohon itu yang digunakan sebagai perindang, seharusnya dilakukan perawatan rutin dari fakultas dengan pemangkasan minimal 6 bulan sekali. “Idealnya, tanaman perindang itu tidak perlu terlalu tinggi, kurang lebih 5 meter saja”, jelas beliau di lokasi. Kemungkinan akan dibutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan dari pemangkasan ini hingga kondisi rindang di kantin farmasi dapat kembali seperti sedia kala.
-chan-

-BEHIND THE SCENE-

Assalamu’alaykum. Yaaa, tulisan awal mei malah membahas pohon. Gapapa sih, habis hijau, enak dan segar dipandang mata. Tapi rasanya suasana ini nggak aku dapatkan pagi ini di kampus. Begitu sampai di kampus untuk menjalani rutinitas seperti biasa, Das ist sehr hell hier. Ja, Wann? Jalan cepet ke kampus karena takut lab-nya udah ditutup, ternyata mendapati suasana kantin yang terang benderang. Pemotongan pohon lagi, tambah panas deh farmasi, batinku. Tapi ya karena diburu urusan yang lebih urgent (bicara prioritas nih.hahaha), aku tinggal dulu deh pemandangan itu. Dan hanya 10 menit di dalam lab, aku langsung pulang. Melihat suasana kantin yang terang jadi berhenti sejenak di sana. Terlihat olehku bapak-bapak yang sepertinya jadi mandor di sana, aku tanyai deh sebentar tentang pohon itu. Tiba-tiba ingat tugas dan harus hari ini, pindah haluan untuk sejenak singgah di sini. Dan inilah hasilnya, rangkaian kata dalam blog singkat ini lahir.

Harapanku, semoga pohon-pohon itu segera tumbuh ya, merindangkan dan menyegarkan suasana kantin lagi. Hwaaaaa, bakal nggak ada view hijau kalo makan.huhuhuhu

MEI, SHOW UP!!!

Kayaknya lebih lengkap lagi kalo ada fotonya ya, biar kayak berita beneran dan update gitu. Jadi Hari Ini ceritanya saya jadi citizen journalist.

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamater mu?

  • Posted on March 6, 2013 at 6:18 pm

Pertanyaan ini aku dapatkan kala aku mengikuti satu training kepemimpinan yang diadakan oleh direktorat ppkb ugm bulan akhir tahun 2012 lalu.

Perlu berpikir lama tentang hal ini, tentang apa yang bisa aku lakukan untuk almamaterku ini, apakah aku ingin menjadi seperti teman-temanku yang berbondong-bondong ikut PKM dan PIMNAS untuk membawa nama baik UGM, apakah diri ini ingin melakukan berbagai macam penelitian dan banyak menghasilkan publikasi ilmiah untuk mendukung visi UGM menjadi World Class Research University, apakah aku mau megikuti berbagai ajang lomba, olahraga, konseling, atau kah yang lain, yang bisa memberikan nilai lebih almamaterku.

Aku. Namaku Nishaa, lengkapnya Khairu Nishaa. Dari maknanya mungkin terlihat atau terpapar dengan jelas bahwa orang tuaku mengharapkanku menjadi “Wanita yang terbaik” atau menurutku “Wanita yang lebih utama”. Terbaik itu mungkinse sebagian orang adalah menjadi nomor satu, menjadi juara, menjadi terdepan, atau menjadi yang ter- ter- yang lain. Gimana ya ngomongnya?

Melihat banyaknya teman-temanku yang berprestasi, memang diri ini sangat ingin seperti mereka. Berkompetisi, bersaing dengan universitas lain untuk menunjukkan bahwa inilah almamaterku, inilah UGM.

hmmmmmm.

Apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang Nishaa untuk almamater-nya? Pertanyaan ini aku tanyakan pada diriku sendiri. Pada training itu, aku sempat menuliskan apa-apa yang ingin aku lakukan, salah satunya demi almamaterku. Banyak macamnya, mulai dari sosial, bidang penelitian, dan hingga akhirnya aku tersadar. Aku, dengan apa yang kupunya, mungkin masih belum bisa memberikan apa-apa yang membanggakan untuk almamaterku, tapi dari hasil analisis SWOT ku (walau belum sempurna), aku merasa ada 1 hal yang bisa kuberikan. TULISAN.

Yup, rangkaian kata-kata yang terlontar atau terlukis dalam kanvas blog ini,

menari-nari untuk menyampaikan pemikiranku, idealismeku, cita-citaku, tanggapanku akan fenomena yang ada, dunia baruku, dan harapan-harapanku di masa depan. Dari tulisan, aku bisa belajar untuk mengungkapkan apa yang aku pikirkan secara lebih bertanggung jawab.

TULISAN. Banyak orang yang belum bisa memahami arti rangkaian kata itu. Tentang makna yang ada di dalamnya. Mungkin kita hanya perlu berulang kali membacanya untuk bisa mengerti.

Ada makna dari setiap kata.

Suatu saat, aku akan mengerti

Apalagi yang bisa kita lakukan dan kita hargai jika bukan dari apa yang kita miliki?

Tulisan ini,

adalah satu hal yang berharga dalam hidupku.

 

Hidup di Farmasi itu Ada 50 Pilihan, Tanya Kenapa?

  • Posted on February 5, 2013 at 1:02 am

Hidup di Farmasi itu Ada 50 Pilihan, Tanya Kenapa?

Sebenarnya agak berlebihan juga bila dikatakan bahwa hidup di farmasi itu ada 50 pilihan karena pilihan yang ada justru lebih dari itu. Mau buktinya? Ada. Datang ke kampus farmasi, terutama ke kantinnya, kita akan dibingungkan dengan pilihan makanan siang (Nggak semua temenku bingung sih, mungkin aku saja.-red). Mau makan siang apa hari ini? Soto, ada. Mie ayam, ada. Nasi goreng, ada. Gado-gado, ada. Nasi sayur, ada terlebih dengan aneka ragam pilihan sayurnya yang InsyaAllah menyehatkan. Itu kan pilihan (Aduh, jadi pengen nampilin foto kantin farmasi nih. Kapan punya kamera??huhuhuhu..:( ). Mau bukti lain? Aku mengenal kampusku ini sebagai kampus dengan pilihan minat studi yang variatif. Mungkin karena adanya kurikulum baru ini. Belum percaya? Bukti lain, fakultasku ini sudah mulai ramai dihuni oleh berbagai macam kendaraan, mulai dari sepeda onthel, sepeda lipat, sepeda kampus, motor (ini paling banyak), mobil (terbanyak kedua), dan kendaraan lain yang biasa digunakan mahasiswa untuk mobilisasi. Tentang transportasi yang banyak dipakai di kampusku akan aku tulis dalam artikelku yang lain, judulnya ‚ÄúJaga Kami Ya, Belum Terlambat‚ÄĚ, entah bakal dirilis kapan. As soon as possible, Insya Allah.:)

Nah, itu juga bukti banyaknya pilihan hidup di farmasi kan? Sudah ada 50 belum ya? Dihitung dan dicari bukti lain aja sendiri ya karena tujuanku menulis artikel ini bukan untuk menghitung banyaknya ‚Äėpilihan‚Äô di farmasi. (Hayooo, hati-hati ya dalam menerjemahkan kata pilihan ini. Bisa jadi lain entar maknanya.-red)

Lalu apa maksud dari 50 ini? Hmmm..Mungkin harus diawali dulu dengan sebuah pengenalan kehidupan kampusku. Minggu ini, tepatnya dari tanggal 4-6 Februari 2013 ini adalah masa-masa krs-an di kampusku. Nah, hal yang paling dipantengin mahasiswa atau menjadi perhatian utama mahasiswa dalam krs-an ini adalah jadwal kuliahnya. FYI!, Pada masa krs-an ini, tidak banyak mahasiswa yang pergi ke kampus dengan alasan masih ingin bersama keluarga (termasuk saya.hehehe), ada strategi khusus yang biasa kita-kita pakai, yaitu krs belakangan. Jadi, krs online dulu, terus yang manual nyusul pas masuk kuliah. Tapi, sebenarnya kita patut berhati-hati lho Guys, gimana kalo DPA kita baru keluar kota, padahal krs itu harus ditandatangani untuk dipakai buat registrasi praktikum #Panik. Yup, termasuk di kelasku. Walau sudah terbagi-bagi dalam peminatan, Insya Allah kelasku tetep kompak ya.

Kembali ke awal paragraf, hal yang menjadi fokus utama wktu krs-an adalah jadwal kuliah. Gimana mendapatkan jadwal kuliah yang nggak tabrakan apalagi ternyata angkatanku (2010) menghadapi situasi yang tidak biasa (seperti biasa-red), jadwal banyak yang tabrakan antara jadwal matkul General Pharmacy dan matkul Wajib Minat. Untuk itu, mari kita sama-sama berdoa semoga pihak akademik segera membuat pengaturan jadwalnya ya, kawan.

Ada yang menarik dengan jadwal kuliah semeter ini, kawan. Coba kalian tengok, papan dan tulis (baca teks ini dengan nada lagu tik-tik hujan.hahaha.-red). Maksudnya papan tulis yang biasa ditempeli kertas berisi jadwal kuliah. Atau di kaca di ruang akademik ya, aku nggak tahu, belum ke kampus.hehehe. Untungnya temanku ada yang nge-share foto ini di grup kelas. Thanks for Dwinita buat fotonya yang sangat menginspirasiku untuk nulis coretan ini (Jangan lupa nraktir aku ya karena namamu ada di blogku.*becanda)

Ini fotonya.

 

Bisakah Anda melihat dengan jelas fotonya dan tulisan yang ada di dalam foto itu?

Kurang jelas?

Ini aku zoom lagi. Sudah jelas kan? ūüôā

Terlihat di jadwal itu ada satu baris bertuliskan ISTIRAHAT pada pukul 12.00-12.50. Dah mulai tahu kan darimana angka 50 ini?

Menurutku, itu adalah sesuatu yang baru. Kebijakan yang baru di kampusku. Yeeyyyy..akhirnya ada jam istirahat. Sempet aku bertanya-tanya bisa nggak sih farmasi ada jam istirahatnya kayak di fakultas teknik itu (Pertanyaan ini muncul saat aku datangi fakultas teknik program teknik geodesi, di mana jadwal istirahat ditulis pada pukul 11.00-13.00. Lebih lama memang.)

Dan aku seneng. Akhirnya ada kebijakan ini dari bapak-bapakku yang mengampu amanah. Terima kasih, Bapak. Nah, salah satu wujud ucapan terima kasih dan syukur kita adalah dengan memanfaatkan apa yang telah diberikan tadi dengan sebaik-baiknya manfaat bagi kita, setidaknya diri sendiri, kalo bisa bahkan bagi orang lain.  Mau kamu gunakan untuk apa 50 menit yang diberikan fakultas itu? Banyak pilihan yang sebenarnya bisa temen-temen ambil. Ada yang memilih menggunakan 50 menit itu untuk beristirahat (tidur+makan siang), ada juga yang miih buat rapat di sekre untuk bahas agenda kampus, ada yang milih buat ngerjain laporan/resume praktikum (nggak tau juga kalo ini.hehehe), ada juga yang milih untuk sholat dhuhur, ada yang membaca istilahnya nyicil materi kuliah, ada yang milih ngobrol bareng temen-temennya di taman, ada yang ke laboratorium buat njagain adik tingkat praktikum (kalo ini kayaknya nanggung banget deh.-red), atau ada pula yang sekedar nunggu dalam kelas dengan alasan itung-itung ngadem dalam ruangan kelas daripada kepanasan di luar. Yup, teman-teman. Inilah aktivitas yang biasa kita lakukan di kampus. Tapi, apa pun aktivitas yang kita lakukan itu, pastikan itu pilihan yang terbaik untuk kita karena perlu kita ketahui bahwa pilihan yang kita pilih saat ini akan menentukan jalan selanjutnya dalam kehidupan perkuliahan. Jangan sampai yang terjadi adalah 50 menit yang diberikan itu hanya akan menjadi pembuangan waktu yang sia-sia bagi pihak fakultas. Bijaklah dalam menggunakan waktu ya.

Oke, ini aja deh isnpirasiku pagi ini. Harapanku, Semoga kebijakan yang baik ini dapat kita jalankan dan manfaatkan dengan baik ya , kawan. Selamat KRS-an, Selamat Menyambut Semester Baru, Selamat Memilih..:)

Sumber gambar:

http://www.balairungpress.com/2012/04/menyoroti-pengelolaan-sepeda-kampus/ diakses tanggal 5 Februari 2013 jam 02.00 WITA.

www.sepedakampus.ugm.ac.id, diakses tanggal 5 Februari 2013 jam 02.00 WITA.