You are currently browsing the Intermezzo category
Displaying 1 - 6 of 6 entries.

SEBUAH PREJUDGING: Apa Kabar

  • Posted on August 7, 2013 at 6:35 am

SEBUAH PREJUDGING: Apa Kabar

Apa kabar, bangsa yang katanya menjunjung tinggi hukum dalam pemerintahannya? Mengapa hukum sekarang yang diperintah, bukan pemerintah yang dihukum?

Apa kabar, bangsa yang janjinya mencerdaskan kehidupan bangsa? Mengapa yang terjadi saat ini adalah pengkarakteran pendidikan sesuai kehendak dan budget Negara, bukan pendidikan yang menghasilkan generasi yang berkarakter?

Apa kabar, bangsa yang katanya pererkonomian disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan? Mengapa bisnis dan ekonomi saat ini hanya dikuasai oleh oknum-oknum tertentu, bukan ekonomi yang menguasai oknum itu hingga mereka bertekuk lutut menyerah dan menyerahkan semua kemakmuran untuk rakyat?

Apa kabar, banga yang katanya bumi, air, dan kekayaan alam lainnya yang dikelola untuk sebenar-benarnya kemakmuran rakyat? Mengapa kita menjadi ladang bagi tuan kita, bukan tuan bagi ladang kita sendiri? Bukankah kita bangsa yang besar dan kaya? Untuk apa semua pulau, tanah, air, udara, cahaya matahari, ikan-ikan di laut, ragam tanaman di dalamnya?

Apa kabar, bangsa yang katanya ikut menciptakan perdamaian dunia? Mengapa ingin mendamaikan dunia jika diri sendiri saja belum bisa berdamai?

Apa kabar, bangsa yang menjamin kesehatan rakyatnya? Apakah kesehatan sudah terbagi merata ke seluruh pelosok desa, pedalaman hingga ke sudut batas-batas terakhir bangsa ini?

Apa kabar, bangsa yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat? Mengapa semakin banyak orang yang berbicara/berpendapat tanpa disertai dasar? Kemana ilmu-ilmu mereka selama ini?

Apa kabar, bangsa yang menjunjung tinggi keamanan dan ketertiban? Mengapa kulihat budaya antre disalahgunakan oleh orang-orang yang punya kedudukan, harta, dan kekuasaan yang tinggi. Bukankah mereka juga warga Negara? Di mana letak keadilannya?

Rakyat sudah letih, bahkan mungkin tidak peduli. Ada tidak adanya bangsa ini, mungkin sama saja.

Apakah bangsa ini akan tetap ada tahun depan? Untuk apa pesta demokrasi 2014 ada jika hanya untuk bersaing menduduki kekuasaan? Belang-belang itu sudah tampak, rakyat sudah cerdas karena adanya teknologi, mengapa dosa masih ditutupi? Pencitraan. Haahhhh, aku bosan dengan kata itu. Aku memang tidak mengenal kalian,

Aku hanyalah mahasiswa yang sok idealis,

Aku hanya mengamati, karena aku hanya mengamati.

Tapi setidaknya aku menuliskannya. Aku membagikannya. Entah orang setuju atau tidak.

Apakah bangsa ini akan tetap ada pada tahun 2014? Who knows? Semoga ALLAH mengembalikan hati kita kembali fitri.

Ketika (calon) Apoteker jadi Reporter

  • Posted on July 20, 2013 at 6:00 am

Bismillah,

Pagi Dunia…

Apa kabar Surya, Bulan, Angin, Awan, Langit, Fajar, Senja, Kejora, Pelangi, Hujan, Mendung, Petir, dan semua komponen alam ini di mana pun kalian berada.

Rasanya ketika lisan tak mampu bicara dan otak tak mampu berpikir, mungkin hanya hati yang merasa. Atau bahkan mungkinkah hati bisa mati? Aku tak tahu. setiap kudengar pertanyaan itu selalu menohokku, Apa yang kamu inginkan, Nis?

Oke cukup curhatnya. Sekarang waktunya berbagi cerita dari hasil obrolan bersama saudara sebangsa dan setanah air yang kutemui di TJ. TJ apa itu?
Sudah lama tidak naik trans jogja, kamis malam akhirnya naik lagi. Waaah, aku masih diingat mbak-mbak penjaga shelter. “Lama ngga naik. Nggak mudik ke kalimantan?” Ternyata aku masih diingat, kangen juga terkadang untuk naik dan lari-lari dari trans jogja menuju kampus atau dari kos ngejar trans jogja. Idealis banget dulu kalo aku nggak mau naik motor apalagi mobil, bikin polusi. Ngobrol-ngobrol dengan mbak-mbaknya, ada banyak fakta baru yang kutemukan :

1. 20 unit bus Trans Jogja yang baru sudah dioperasikan karena ada beberapa bis yang rusak.

2. Tahukah kalian jika teknologi yang dipakai oleh shelter transjogja itu adalah karya GamaTechno? Aku jadi ngebayangin GamaTechno bakal bikin buat pintu sinar detector yang bisa ngitung jumlah orang yang keluar masuk shelter, kayak di Jepang gitu biar bisa pada sholat penjaganya waktu sholat. Di Jepang aku pernah baca dari koran kalo sudah dikembangkan supermarket yang pintunya itu nggak ada yang ternyata oh ternyata adalah berupa sinar. Dari hasil obrolan itu, aku ngrasa jahat juga ya membiarkan orang nggak bisa sholat tepat waktu karena harus menjaga shelter. Tuntutan pekerjaan mbak, ujar beliau. Apakah dengan cara seperti ini? Terlebih ketika ada yang ketawan nggak jaga shelter, akan dicatat oleh petugas kantor dan bisa saja dipecat. Begitukah cara kita membangun perekonomian rakyat, menekan mereka hingga tersudut tanpa tahu harus kemana hingga akhirnya hanya bisa pasrah dan manut, apalagi lapangan pekerjaan lagi susah. Aku tanya lagi, Kenapa nggak nyambi jualan gitu mbak? Mungkinkah wirausaha bisa ditengah rutinitas menjaga shelter? Hmmmmm..harusnya bisa..tapi apa ya??? Ada ide??? Buat PKMK aja..hehhehe

3. Bus Trans Jogja bukan lagi berada di bawah Dinas Perhubungan DIY ternyata, tapi sudah terlepas dari pemerintah. Lhooooo??? Bukankah pada awalnya ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi kemacetan lalu lintas jogja yang mulai padat merayap? Jadi ingat tulisan “Jaga Jogja Ya, Belum Terlambat” yang belum aku ketik. Mengingat jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak di jogja, apalagi banyak mobil-mobil ngecling baru platnya XX 17, XX 18 baru-baru yang semakin menyesaki jalanan jogja. Ada apa dengan jogja, ada apa dengan transjogja, ada apa dengan cinta kita pada bumi Jogja?

4. Pegawai shelter transjogja ternyata menerapkan sistem Outsourcing. Dan aku masih belum paham juga dengan sistem ini. Kasihannya dulu THR diberikan 2 kali, waktu idul Fitri dan Natal. Kata mbak nya sekarang cuma 1 kali. Ada apa gerangan? Apakah kebijakan ini baik? Belum lagi mereka harus menjaga shelter di kala yang lain berkumpul sama keluarga. Namanya juga resiko kerja, mbak. Adakah yang salah di sini?

Untuk ini, mungkin harus ada yang memikirkan bagaimana menata lagi sistem transportasi yang seharusnya diterapkan di jogjakarta ini. Mungkinkah bisa dilakukan pembatasan jumlah kendaraan keluar masuk jogaj, dimana semua orang diwajibkan naik transjogja, cuma dari pemerintah sendiri juga harus berkomitmen untuk memperbaiki sistem pengelolaan transjogja? Aku malah mikirnya kenapa nggak dibuat jalur layang khusus untuk transjogja, bayanganku bis transjogja ada jalan sendiri di jalan layang di atas jalanan jogja, pasti nggak kena macet.hehehehe

Kita kembali ke cerita perjalanan dalam transjogja ini. Menunggu bus sampai jam 8.20 an malam, akhirnya datang juga. sedikit penumpang yang ada, 6-7 orang mungkin. Dan aku duduk di samping seorang ibu yang tampak baru dari rumah sakit. Dan inilah satu fakta lagi yang kutemukan. Beliau menjaga anaknya yang sakit sepsis dan saat ini sudah mengalami komplikasi pada ginjal dan hati. Anak berumur 7 bulan menderita sepsis dan baru dirujuk setelah rumah sakit X menangani secara lambat. Dan yang aku pikirkan waktu itu adalah kenapa rumah sakit kayak gitu? Keterbatasan sarana dan prosedur administrasi kadang menyesakkkan dada ya. Tidak ingatkah kita berurusan dengan nyawa manusia meskipun memang umur sudah diatur oleh-Nya. Nyawa. Apa peran apoteker, dokter, rekam medis, perawat disana? Dulu semester 5 sempat kepikiran untuk membangun suatu sistem Pelayanan Kesehatan berdasar prinsip Pharmaceutical Care, dimana pasien menjadi orientasi utama. Kayak di film Code Blue yang rumah sakitnya keren banget, ada program dokter Heli siap siaga menangani pasien langsung. Bahkan ada yang operasi on the spot. Rumah sakit dengan sarana lengkap, obat-obatannya kita pakai obat herbal Indonesia (Jamu, OHT, Fitofarmaka) atau terapi dengan aromaterapi. Lalu, rumah sakit yang siap digunakan untuk uji klinis obat herbal tadi, ditambah pelayanan informasi obat yang memadai, terutama obat herbal. Apa yang bisa kamu lakukan, Nis? Hanya menulis. Mungkin hanya menulis dan belajar menjadi apoteker yang baik. Dan nama rumah sakitnya Rumah Sakit An Nisa.hehehehehe…dengan jaringan informasi tercepat antar satelit. Terus ada taman hijaauuuuu yang  memberikan terapi non farmakologis kepada pasien. Menyehatkan.

Kenapa aku suka sekali bermimpi? Aku suka memikirkannya dan kali ini aku mencoba menulisnya. Rumah Sakit keluarga yang menjadi impian keluargaku, apa bisa aku mewujudkannya? Memikirkan rumah sakit ini sudah aku lakukan sjak 2008, sejak pertama kali kulihat bangunan Rumah Sakit JIH. Besok aku harus kerja di sana. Bisa nggak ya? Tapi entah bisa atau tidak, banyak fakta yang belum kutemukan untuk memastikan di mana aku akan bekerja besok.

Untuk saat ini, selamat mengejar mimpi Teman. Buat yang baca ini, semoga menginspirasi.

Apakah aku selalu mengimpikan sesuatu yang tidak mungkin?

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

  • Posted on June 6, 2013 at 10:01 pm

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

-World Class Research University, Akankah hanya sebuah mimpi?-

Ide penulisan ini sebenarnya muncul kemarin, hanya karena diri ini yang terlalu lelah hingga belum mampu merangkai jutaan makna lagi dan juga aku rasa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menutup chapter bulan Mei ini, Mei SHOW UP.

Masih ingatkan dengan tulisanku yang bertemakan sama dengan judul di atas? Di tulisan  sebelumnya aku bercerita tentang apa yang bisa kulakukan untuk keluargaku, almamaterku, dan juga bangsaku. Apa yang bisa Nishaa berikan untuk bangsanya? Yaa, mungkin sebagian orang akan berpikiran sok nasionali ataupun apa. Tapi, karena memang inilah saya, di mana saya percaya bahwa Pancasila memanglah satu-satunya yang lahir dari Indonesia, tanah air Indonesia, oleh putra Indonesia sendiri. Tentang bagaimana para pendiri bangsa ini berjuang untuk mencari seperti apa sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya. Dan beliau berhasil. Pancasila adalah satu bukti nyata cita-cita dan harapan yang mereka bangun untuk Indonesia. Dan kalian perlu ketahui juga (mungkin juga sebagian besar sudah tahu), ada ciri khas dari Pancasila ini yang membuat posisinya tidak bisa dikanan atau kirikan. Yaitu keterbukaan dan kedinamisan dari Pancasila. Pancasila sebagai ideology terbuka akan menempatkan dirinya sesuai bagaimana orang-orang memahaminya. Bingung ya? Ketika dalam suatu bangsa memiliki nilai-nilai yang buruk, maka Pancasila akan diterapkan dengan buruk. Menurutku inilah yang terjadi pada bangsa kita saat ini yang kita tahu bahwa sekarang sedang terjadi krisis Pancasila. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan orang-orang yang ada di dalamnya (bangsa Indonesia) belum memahami mana yang baik dan mana yang buruk, apa manfaatnya bagi orang lain maupun dirinya sendiri ketika melakukan suatu kegiatan/aktivitas. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Kita perlu kembali dulu kepada kedudukan Pancasila jika ingin memahaminya. Dan ini akan aku mulai dan aku hubungkan dengan sejarah almamaterku. Dulu.

UGM. Universitas Gadjah Mada , sebuah Universitas dengan nama seorang Patih di kerajaan terbesar di Indonesia yang memiliki cita-cita besar, “Tidak akan bersenang-senang sebelum Nusantara dipersatukan”. Adakah ini hubungannya dengan cita-cita UGM?

Berbicara tentang cita-cita, kita mau tidak mau akan berhubungan dengan 1 kata yang beberapa hari ini mulai aku pahami. VISI dan MISI. Berapa banyak mahasiswa UGM yang tahu cita-cita almamaternya sendiri? Acungkan jari gih..Waaaah, sejumlah mahasiwa UGM yang ada saat ini (Harapanku. Aamiin). Kebetulan selama musim PKM kemarin aku sempat meminjam buku kumpulan Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, yang kata mbak kosku hanya dimiliki oleh karyawan-karyawan UGM. Aneh nggak sih? Niatnya mencari ide dan inspirasi di sana, aku menemukan hal yang lain dan menurutku itulah yang semakin mengenalkanku pada almamaterku ini. Aku tuliskan ya apa sih sebenarnya visi dan misi Kampus Rakyat ini? Ini adalah kutipan yang saya ambil dari buku KKI UGM Untuk Anak Bangsa. Tidak ada maksud plagiatisme dalam blog ini, hanya untuk membagikan pada siapapun yang ingin membaca apa yang seharusnya dibaca.

Visi dan Misi

  1. VISI

Perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang inovatif dan unggul, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

  1. MISI
  2. a.         Mendidik bangsa Indonesia menjadi manusia susila yang cakap dan memiliki integritas berdasarkan Pancasila.
  3. b.         Mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan bagi kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Cita-cita UGM

Pada hakekatnya penyelenggaraan Universitas Gadjah Mada berasaskan cita-cita kemanusiaan sebagai penjelmaan mutlak hakekat manusia dan cita-cita kemanusiaan yang bersifat kerohanian yang tertinggi, seperti diletakkan di dalam Pancasila yang tersebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta tercermin di dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, serta usaha mempertahankan kelestarian ilmu pengetahuan merupakan suatu bentuk pelaksanaan tugas kebudayaan dan kemasyarakatan yang dibebankan kepada UGM, maka penyelenggaraan UGM mengarahkan kepada persiapan kepribadian yang tertuju kepada kematangan jiwa dan raga di satu pihak dan pengembangan ilmu pengetahuan di lain pihak.

Kematangan jiwa dan raga dijadikan dasar untuk membentuk manusia susila yang mempunyai kesadaran bertanggung jawab atas kesadaran bertanggung jawab atas kesejahteraan Indonesia khususnya dan dunia umumnya, dalam arti berjiwa bangsa Indonesia dan merupakan manusia budaya Indonesia yang mempunyai keinsafan hidup berdasarkan Pancasila.

Pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan untuk memperoleh kenyataan dan kebenaran yang bersifat universal dan obyektif. Maka sudah seharusnya UGM mempunyai kebebasan di dalam melaksanakan bawaan kodrat akal manusia untuk mencapai kenyataan dan kebenaran itu, suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik.

Selanjutnya, karena kenyataan dan kebenaran ini mempunyai sifat universal dan obyektif, maka sudah seharusnya pula warga UGM yang telah mencapai kenyataan dan kebenaran memiliki kebebasan untuk menyatakan kebenaran dan kebebasan kepada pihak lain, yaitu yang disebut kebebasan mimbar. Dalam pada itu, karena hasil manusia harus dipergunakan untuk keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan manusia sendiri, maka kebebasan itu wajib dilaksanakan dengan hikmat dan bertanggung jawab. Selanjutnya pelaksanaannya tidak dapat tidak harus berguna bagi kehidupan, keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan kemanusiaan, baik spiritual maupun materiil bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara sendiri. Bagi warga UGM hal itu berarti tidak boleh menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Jati diri UGM

Jati diri UGM adalah :

  1. Universitas Nasional

Universitas yang mempertahankan dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa serta mempertahankan NKRI dengan mengedepankan kepentingan nasional.

  1. Universitas Perjuangan

Universitas yang selalu berjuang memperhatikan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 secara demokratis dan berkepribadian Indonesia.

  1. Universitas Pancasila

Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, dalam kiprah penelitian (mengungkap kenyataan dan kebenaran, obyektivitas dan universalitas ilmu pengetahuan), pendidikan/pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat, selaras dan senafas dengan nilai-nilai Pancasila.

  1. Universitas Kerakyatan

Universitas yang selalu memperjuangkan dan mengedepankan kepentingan rakyat serta ikut serta mencerdaskan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kehidupan yang layak, kebahagiaan, dan kesejahteraan lahir dan batin berdasarkan Pancasila.

  1. Universitas Pusat Kebudayaan

Universitas yang menjadi tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia dan perikemanusiaan, agar warga masyarakat Indonesia menjadi insan yang berbudi luhur dan berwawasan nasional untuk membangun peradaban baru.

Lalu, ada hubungannya kah Nis dengan farmasi? Hmmm….kapan-kapan ya dilanjutin. Didoain aja ya istiqomah.:)

Sumber: LPPM, 2012, Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, Yogyakarta. Thx to mbak Dian buat bukunya yang menginspirasi.:)

 

-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

  • Posted on May 5, 2013 at 9:37 am

Berita Kampus Hari Ini (5 Mei 2013)
-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

Ahad (5/5/13), Yogyakarta- Sebanyak 3 pohon yang ada di lingkungan kampus farmasi UGM, tepatnya di kantin farmasi dilaporkan ditebang. Dengan peralatan seadanya, sebanyak 4 tukang dipimpin seorang mandor melakukan pemotongan pohon tersebut. Hal ini mengingat sudah tuanya usia pohon tersebut dan tingginya yang sudah melebihi tinggi gedung. Narasumber kami menyebutkan tujuan dari penebangan pohon ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang diakibatkan puting beliung, mengingat Yogyakarta yang saat ini sering dilanda hujan dengan intensitas yang tinggi disertai angin. Beliau menambahkan, Mengingat fungsi pohon itu yang digunakan sebagai perindang, seharusnya dilakukan perawatan rutin dari fakultas dengan pemangkasan minimal 6 bulan sekali. “Idealnya, tanaman perindang itu tidak perlu terlalu tinggi, kurang lebih 5 meter saja”, jelas beliau di lokasi. Kemungkinan akan dibutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan dari pemangkasan ini hingga kondisi rindang di kantin farmasi dapat kembali seperti sedia kala.
-chan-

-BEHIND THE SCENE-

Assalamu’alaykum. Yaaa, tulisan awal mei malah membahas pohon. Gapapa sih, habis hijau, enak dan segar dipandang mata. Tapi rasanya suasana ini nggak aku dapatkan pagi ini di kampus. Begitu sampai di kampus untuk menjalani rutinitas seperti biasa, Das ist sehr hell hier. Ja, Wann? Jalan cepet ke kampus karena takut lab-nya udah ditutup, ternyata mendapati suasana kantin yang terang benderang. Pemotongan pohon lagi, tambah panas deh farmasi, batinku. Tapi ya karena diburu urusan yang lebih urgent (bicara prioritas nih.hahaha), aku tinggal dulu deh pemandangan itu. Dan hanya 10 menit di dalam lab, aku langsung pulang. Melihat suasana kantin yang terang jadi berhenti sejenak di sana. Terlihat olehku bapak-bapak yang sepertinya jadi mandor di sana, aku tanyai deh sebentar tentang pohon itu. Tiba-tiba ingat tugas dan harus hari ini, pindah haluan untuk sejenak singgah di sini. Dan inilah hasilnya, rangkaian kata dalam blog singkat ini lahir.

Harapanku, semoga pohon-pohon itu segera tumbuh ya, merindangkan dan menyegarkan suasana kantin lagi. Hwaaaaa, bakal nggak ada view hijau kalo makan.huhuhuhu

MEI, SHOW UP!!!

Kayaknya lebih lengkap lagi kalo ada fotonya ya, biar kayak berita beneran dan update gitu. Jadi Hari Ini ceritanya saya jadi citizen journalist.

Ketika (calon) apoteker bicara REDENOMINASI

  • Posted on February 1, 2013 at 10:20 pm

Ketika kita mencintai sesuatu apa pun itu, kita akan selalu mengikuti kisahnya, baik kemajuannya yang membuat kita ikut bangga maupun kemundurannya yang memotivasi kita untuk mau berkontribusi dan berinovasi demi kemajuannya lagi .

Sekilas itulah coretan yang kubuat awal beberapa waktu lalu. Yuupp..Kita akan selalu mengikuti apa pun yang kita cintai, termasuk Tuhan kita. Tapi, kalau yang terakhir ini memang sudah jadi kewajiban kita kan ya?

Okay, bukan ini maksudku mengawali tulisan di awal februari ini. Sudah lihat judul di atas, yang ditulis dengan huruf kapital itu? Pernahkah temen-temen mendengar istilah ini? Sejak kapan? Tayangan forum salah satu acara di stasiun tv favoritku malam itu (31 Januari 2013) membahas habis masalah ini. Dan ini kembali mengingatkanku akan mimpi dan keinginanku dulu yang sangat tertarik dengan hal-hal berbau pemerintahan dengan segala permasalahannya dibandingkan menonton ftv atau kartun (bisa dibilang jarang dan tidak berminat nonton kartun dijadikan kebiasaan. J). Malam itu, aku kembali teringat diriku yang senang mengikuti perkembangan terbaru dan isu-isu update melalui televisi (dan akhirnya aku sadar bahwa sudah terlalu lama meninggalkan TV).

Berbicara tentang redenominasi, aku sudah mendengar isu ini sejak 2010, tepatnya pada waktu penantian masuk kuliah. Aku tahu berita ini dari TV juga kalo tidak salah. Dan kala itu, karena statusku yang masih anak baru lulus SMA yang senang berbicara politik dan urusan kenegaraan, bahkan sampai disindir mbok cah anak cilik nggak usah mikir negoro ( but, I just loved and enjoyed it, the moment I watched TV and heard everything from news-red) dan pro-pemerintah (karena aku yakin program itu baik), aku sangat gembira mendengar berita itu. Aku sudah tahu bahwa pemerintah melalui bank BI akan melakukan pengurangan jumlah nol (0) dalam nominal rupiah kita dan akan melakukan sosialisasi pada tahun 2015 dan BI memulai penarikan uang lama pada 2017 dan diharapkan pada 2020 uang lama sudah tidak beredar lagi. Tujuannya yang aku baca dari Koran T*m*o waktu itu (dan aku tiba-tiba ingat bagaimana surat kabar itu menggambarkan skema rencana redenominasi ini lengkap dengan tahunnya dan langkah kerja yang akan dilakukan) adalah bahwa Rupiah akan dijadikan mata uang ASEAN dalam rangka menciptakan rumpun ASEAN. Karena nominal rupiah Indonesia memiliki jumlah nol yang paling banyak dantara mata uang negara anggota ASEAN yang lain di mana itu akan memengaruhi nilai tukarnya nanti, maka pemerintah merasa perlu mengurangi jumlah nominal ini. Dan aku pun mulai mengikuti perkembangan isu ini. Tentang bagaimana nantinya rupiah akan menjadi seperti mata uang negara lain, diberlakukannya uang sen, Oh betapa mudahnya menghitung uang nanti, imajiku. Mungkin, kalo aku masuk FEB, aku akan lebih banyak mengikuti kabar redenominasi dan bisa juga malah ngadain diskusi atau seminar-seminar tentang ini atau kalau memang akan dilaksanakan, aku akan dengan senang hati melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang redenominasi. (Kok malah jadi ngayal kuliah di FEB ya?? Ingat, udah semester tua…:P -red)

Aku suka mengetahui berita ini sampai perkuliahan di fakultasku tercinta pun dimulai. Hari-hari yang dipenuhi dengan kuliah dan praktikum mengalihkan perhatianku dari isu redenominasi ini. Hari berganti bulan hingga akhirnya aku lebih memfokuskan diri untuk mengenal duniaku, dunia kefarmasian dan aku pun menyukai dunia ini. Yaahh, sampai hari ini aku harap aku masih tetap bisa mempertahankan rasa senangku pada farmasi.

Acara tadi malam lah yang mengingatkanku pada quote yang kutulis di awal tadi.

Ketika kita mencintai sesuatu apa pun itu, kita akan selalu mengikuti kisahnya, baik kemajuannya yang membuat kita ikut bangga maupun kemundurannya yang memotivasi kita untuk mau berkontribusi dan berinovasi demi kemajuannya lagi .

Yup, aku pun menyadarinya. Ayo yuk, teman-teman, apa pun jurusan kita, ikuti terus yuk kisah menariknya dunia kita itu karena kita akan mendapat banyak pelajaran dan inspirasi di sana.

Lalu, bagaimanakah kita (farmasi) akan menanggapi isu ini? Mungkin, memang itu bukan ranah kerja kita untuk membicarakan hal ini, tapi setidaknya kita perlu mengetahui apa yang terjadi pada hari ini di bangsa kita.

—————————————————————————————————-

Ini ilustrasiku berdasarkan pemahaman yang kudapat (Perhatian: Tidak ada maksud promosi dalam postingan ini.:) ).

Sumber gambar :

Gambar 1 ->  http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEQdSedeBTUWkORid5jDfjrdoTB4A-yIfn8V7POJ_g-ZpUNf7R

Gambar 2 -> http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/html/gambar/uang1.swf

Gambar 3 -> google.com

Gambar 4 (panah) -> http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/panah.jpg

Ada yang baru di 2013

  • Posted on December 31, 2012 at 8:20 am

Tunggu tanggal mainnya…

HAPPY NEW YEAR 2013..^^