Displaying 21 - 30 of 42 entries.

Datang dan Pergi

  • Posted on July 20, 2013 at 9:41 pm

Datang dan Pergi

Ada masanya, yang datang akan pergi
Yang pergi akan datang
Seperti angin yang berhembus, Seperti kilat yang menyambar
Seperti senja dan fajar yang datang dalam waktu yang singkat
Mereka datang dan pergi membawa suatu kabar
Kabar akan datangnya musim semi,
Kabar akan datangnya badai,
Ataupun kabar akan datangnya suatu kepergian
Bagaimana kita memandangnya,
Itulah yang dapat kita dapatkan.
Berbagi semangat atau Semangat Berbagi
Mana yang harus didahulukan?
Satu optimisme datang lagi mala mini,
Tentang memaknai sebuah persiapan
Akankah diakhiri dengan keberhasilan atau kegagalan
Mana yang kau pilih?
Begitu kabar datang menyingsing
Mengisi kekosongan cita lagi dalam satu mimpi
Kita hanya perlu berusaha dan berusaha
Berjalan dalam persiapan menuju kesana
Pada satu akhir yang menjadi awal perjalanan baru
Ingin kuucapkan selamat datang pada para calon pemimpin bangsa masa depan
Kami di sini, dengan segala persiapan terbaik kami
Ingin menyambut kalian dengan penuh cinta.
Selamat datang FARMADA 2013, Selamat Datang GAMADA 2013.
Dalam bulan penuh rahmat ini, satu optimisme muncul lagi.
Tidak akan sia-sia sesuatu yang dipersiapkan.

Sepotong chapter dari proposal PIMFI UNTAN 2013

  • Posted on July 20, 2013 at 6:19 am

Paradigma Pancasila dalam Pengembangan IPTEK

Sebagai manusia harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya. Ada 3 aspek kreativitas rohani yang terlibat ketika kita berbicara tentang ilmu pengetahuan, yaitu adanya aspek akal yang merupakan potensi rohaniah manusia dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dan kehendak yang berkaitan dengan moral atau etika. Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia inilah yang nantinya digunakan untuk mengolah kekayaan alam yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa untuk mencapai kesejahteraan manusia sendiri (Kaelan, 2010).
Indonesia dengan kekayaan alam berupa tanaman obat dan sumber daya manusia yang melimpah harusnya mengembangkan IPTEK demi tercapainya tujuan dari pengembangan IPTEK itu sendiri (Kaelan, 2010), termasuk dalam pengembangan obat bahan alam. Adanya 3 klasifikasi dari obat bahan alam Indonesia yaitu Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka (BPOM, 2004) akan menjadi sarana bagi Indonesia untuk mengembangkan ketiga jenis obat bahan alam sesuai paradigma yang dimiliki Indonesia, yaitu Pancasila. Keseimbangan antara faktor akal, rasa, dan kehendak memberikan keseimbangan bagi Indonesia untuk mengembangkan fitofarmaka, obat herbal terstandar, dan jamu yang menjadi identitas herbal di Indonesia. Pengembangan fitofarmaka akan menunjukkan aspek akal, obat herbal terstandar akan memenuhi aspek kehendak, dan jamu akan melengkapi bagian rasa, dalam hal ini berupa suatu spiritualitas, yang mana selama ini berkembang di Indonesia yang dikenal sebagai negara beragama. Ketika ketiga aspek tersebut dapat berkembang secara seimbang, maka Indonesia akan mampu mengangkat harkat dan martabatnya sebagai bangsa di dunia (Kaelan, 2010).

Ketika (calon) Apoteker jadi Reporter

  • Posted on July 20, 2013 at 6:00 am

Bismillah,

Pagi Dunia…

Apa kabar Surya, Bulan, Angin, Awan, Langit, Fajar, Senja, Kejora, Pelangi, Hujan, Mendung, Petir, dan semua komponen alam ini di mana pun kalian berada.

Rasanya ketika lisan tak mampu bicara dan otak tak mampu berpikir, mungkin hanya hati yang merasa. Atau bahkan mungkinkah hati bisa mati? Aku tak tahu. setiap kudengar pertanyaan itu selalu menohokku, Apa yang kamu inginkan, Nis?

Oke cukup curhatnya. Sekarang waktunya berbagi cerita dari hasil obrolan bersama saudara sebangsa dan setanah air yang kutemui di TJ. TJ apa itu?
Sudah lama tidak naik trans jogja, kamis malam akhirnya naik lagi. Waaah, aku masih diingat mbak-mbak penjaga shelter. “Lama ngga naik. Nggak mudik ke kalimantan?” Ternyata aku masih diingat, kangen juga terkadang untuk naik dan lari-lari dari trans jogja menuju kampus atau dari kos ngejar trans jogja. Idealis banget dulu kalo aku nggak mau naik motor apalagi mobil, bikin polusi. Ngobrol-ngobrol dengan mbak-mbaknya, ada banyak fakta baru yang kutemukan :

1. 20 unit bus Trans Jogja yang baru sudah dioperasikan karena ada beberapa bis yang rusak.

2. Tahukah kalian jika teknologi yang dipakai oleh shelter transjogja itu adalah karya GamaTechno? Aku jadi ngebayangin GamaTechno bakal bikin buat pintu sinar detector yang bisa ngitung jumlah orang yang keluar masuk shelter, kayak di Jepang gitu biar bisa pada sholat penjaganya waktu sholat. Di Jepang aku pernah baca dari koran kalo sudah dikembangkan supermarket yang pintunya itu nggak ada yang ternyata oh ternyata adalah berupa sinar. Dari hasil obrolan itu, aku ngrasa jahat juga ya membiarkan orang nggak bisa sholat tepat waktu karena harus menjaga shelter. Tuntutan pekerjaan mbak, ujar beliau. Apakah dengan cara seperti ini? Terlebih ketika ada yang ketawan nggak jaga shelter, akan dicatat oleh petugas kantor dan bisa saja dipecat. Begitukah cara kita membangun perekonomian rakyat, menekan mereka hingga tersudut tanpa tahu harus kemana hingga akhirnya hanya bisa pasrah dan manut, apalagi lapangan pekerjaan lagi susah. Aku tanya lagi, Kenapa nggak nyambi jualan gitu mbak? Mungkinkah wirausaha bisa ditengah rutinitas menjaga shelter? Hmmmmm..harusnya bisa..tapi apa ya??? Ada ide??? Buat PKMK aja..hehhehe

3. Bus Trans Jogja bukan lagi berada di bawah Dinas Perhubungan DIY ternyata, tapi sudah terlepas dari pemerintah. Lhooooo??? Bukankah pada awalnya ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi kemacetan lalu lintas jogja yang mulai padat merayap? Jadi ingat tulisan “Jaga Jogja Ya, Belum Terlambat” yang belum aku ketik. Mengingat jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak di jogja, apalagi banyak mobil-mobil ngecling baru platnya XX 17, XX 18 baru-baru yang semakin menyesaki jalanan jogja. Ada apa dengan jogja, ada apa dengan transjogja, ada apa dengan cinta kita pada bumi Jogja?

4. Pegawai shelter transjogja ternyata menerapkan sistem Outsourcing. Dan aku masih belum paham juga dengan sistem ini. Kasihannya dulu THR diberikan 2 kali, waktu idul Fitri dan Natal. Kata mbak nya sekarang cuma 1 kali. Ada apa gerangan? Apakah kebijakan ini baik? Belum lagi mereka harus menjaga shelter di kala yang lain berkumpul sama keluarga. Namanya juga resiko kerja, mbak. Adakah yang salah di sini?

Untuk ini, mungkin harus ada yang memikirkan bagaimana menata lagi sistem transportasi yang seharusnya diterapkan di jogjakarta ini. Mungkinkah bisa dilakukan pembatasan jumlah kendaraan keluar masuk jogaj, dimana semua orang diwajibkan naik transjogja, cuma dari pemerintah sendiri juga harus berkomitmen untuk memperbaiki sistem pengelolaan transjogja? Aku malah mikirnya kenapa nggak dibuat jalur layang khusus untuk transjogja, bayanganku bis transjogja ada jalan sendiri di jalan layang di atas jalanan jogja, pasti nggak kena macet.hehehehe

Kita kembali ke cerita perjalanan dalam transjogja ini. Menunggu bus sampai jam 8.20 an malam, akhirnya datang juga. sedikit penumpang yang ada, 6-7 orang mungkin. Dan aku duduk di samping seorang ibu yang tampak baru dari rumah sakit. Dan inilah satu fakta lagi yang kutemukan. Beliau menjaga anaknya yang sakit sepsis dan saat ini sudah mengalami komplikasi pada ginjal dan hati. Anak berumur 7 bulan menderita sepsis dan baru dirujuk setelah rumah sakit X menangani secara lambat. Dan yang aku pikirkan waktu itu adalah kenapa rumah sakit kayak gitu? Keterbatasan sarana dan prosedur administrasi kadang menyesakkkan dada ya. Tidak ingatkah kita berurusan dengan nyawa manusia meskipun memang umur sudah diatur oleh-Nya. Nyawa. Apa peran apoteker, dokter, rekam medis, perawat disana? Dulu semester 5 sempat kepikiran untuk membangun suatu sistem Pelayanan Kesehatan berdasar prinsip Pharmaceutical Care, dimana pasien menjadi orientasi utama. Kayak di film Code Blue yang rumah sakitnya keren banget, ada program dokter Heli siap siaga menangani pasien langsung. Bahkan ada yang operasi on the spot. Rumah sakit dengan sarana lengkap, obat-obatannya kita pakai obat herbal Indonesia (Jamu, OHT, Fitofarmaka) atau terapi dengan aromaterapi. Lalu, rumah sakit yang siap digunakan untuk uji klinis obat herbal tadi, ditambah pelayanan informasi obat yang memadai, terutama obat herbal. Apa yang bisa kamu lakukan, Nis? Hanya menulis. Mungkin hanya menulis dan belajar menjadi apoteker yang baik. Dan nama rumah sakitnya Rumah Sakit An Nisa.hehehehehe…dengan jaringan informasi tercepat antar satelit. Terus ada taman hijaauuuuu yang  memberikan terapi non farmakologis kepada pasien. Menyehatkan.

Kenapa aku suka sekali bermimpi? Aku suka memikirkannya dan kali ini aku mencoba menulisnya. Rumah Sakit keluarga yang menjadi impian keluargaku, apa bisa aku mewujudkannya? Memikirkan rumah sakit ini sudah aku lakukan sjak 2008, sejak pertama kali kulihat bangunan Rumah Sakit JIH. Besok aku harus kerja di sana. Bisa nggak ya? Tapi entah bisa atau tidak, banyak fakta yang belum kutemukan untuk memastikan di mana aku akan bekerja besok.

Untuk saat ini, selamat mengejar mimpi Teman. Buat yang baca ini, semoga menginspirasi.

Apakah aku selalu mengimpikan sesuatu yang tidak mungkin?

H-5

  • Posted on July 16, 2013 at 11:18 am

H-5 jelang pengumuman finalis PIMFI UNTAN 2013. Berikan yang terbaik ya Rabb,
apapun yang terjadi, insya ALLAH akan tetap mengusung gagasan ini. Dimulai dari sini, dari almamaterku.

Menyeimbangkan cipta, karsa, dan rasa dalam pengembangan fitofarmaka.

Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Catatan

  • Posted on June 28, 2013 at 9:51 pm

-Ketika (calon) Apoteker Berbicara tentang Catatan-

Alhamdulillah, Assalamu’alaykum semua pembaca coretan atau yang biasa kunamai paperplane ku. Lancar semua kan agenda kebaikanmu hari ini? Buat temen-temen 2010 yang mau berangkat KKN, Selamat dan Sukses ya Mengabdi kepada Negeri. Semoga aku masih diberi kesempatan oleh-Nya merasakan indahnya mengabdi kepada negeri, seperti kembali kepada pertanyaanku yang dulu: Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu, bangsamu, negaramu, dan agamamu? Hari ini aku ingin berbicara dengan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya tentang apa yang aku jalani ini. Long Journey in 369th km part 3 dalam fase hidupku. Iya, aku biasa menamakan perjalananku merupakan sebuah perjalanan yang panjang dan penuh makna. Bukan akhirnya yang penting, tapi apa yang bisa kita nikmati dan maknai selama perjalanan ini. Seperti perjalanan ini, perjalanan yang berawal dari satu keputusanku untuk memilih TULISAN sebagai sesuatu yang bisa kuberikan untuk almamaterku, bangsaku, keluargaku, dan agamaku. Apa lagi yang bisa kuberikan selain tulisan? Melihat diriku yang mungkin bagi sebagian orang senang untuk asyik dengan dunia pikirannya sendiri, aku menjadi anak/orang yang jarang berbicara. Iya, dan aku pun mulai menyadarinya. Meski aku tahu bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting, apalagi posisi kita sebagai makhluk sosial yang pastinya butuh orang lain untuk menjalani hidupnya. Dan aku pun masih belajar. Mungkin hanya aku saja yang belajarnya terlalu lambat. Mungkin.. Long Journey Part 3. Aku ingin bercerita perjalananku selama hampir 1 bulan lebih ini dalam mengikuti apa yang aku anggap sebagai peluang pertama dan mungkin terakhir bagiku untuk almamaterku, PIMFI. Apa sih PIMFI dan kenapa begitu penting? Jika kalian bertanya itu kepadaku hal itu, aku akan kembali bertanya kepada kalian, Apakah PIMFI itu tidak penting? 18 Mei 2013, Di sela-sela kesibukanku untuk mengerjakan proyek dosenku dan amanahku di tim training PPSMB FARMASI UGM 2013 ini, aku dikenalkan dengan suatu ajang yang sangat bergengsi, yaitu PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia). Yaa, bergengsi karena hanya Dari Farmasi, Oleh Farmasi, dan Untuk Indonesia. Ditambah lagi tema yang sangat menarik untuk dibahas saat ini, “Eksplorasi Biodiversitas Borneo dalam Eksistensi Pengobatan Herbal di Indonesia” di Pontianak nanti Agustus 2013. Salah satu lomba yang diadakan adalah LKTMF (Lomba Karya Tulis Mahasiswa Farmasi) di mana dalam karya itu kita boleh menyampaikan gagasan kita terkait pengembangan fitofarmaka. Kalian tahu? Aku adalah mahasiswa yang terbiasa mencatat apapun yang ada di kepalaku, ketika mulut ini tidak bisa atau belum mau berbicara. Mungkin karena kecepatan pikiran dan tanganku bergerak lebih cepat dibandingkan koordinasi otak dan mulutku. Karena tiap manusia memang berbeda-beda, dengan segala lebih dan kurangnya, begitu pula aku. LKTMF dengan tema pengembangan fitofarmaka. Dan pikiranku pun tertuju pada satu kata itu. Dan mengingatkanku pada apa yang Allah berikan kepadaku, yaitu pikiran, tangan, dan kekuatan untuk menulis. Lalu, apa yang kamu lakukan Nis? Dari dulu, aku bukan anak yang suka menyampaikan gagasanku secara langsung dan aku terbiasa menuliskan ide-ideku hanya di buku harianku. Entah gagasan itu akan terwujud atau tidak, aku hanya ingin memikirkannya. Dan apabila aku menemukan bahwa ide itu sudah terwujud, Aku akan bersyukur bahwa Allah memberikanku kesempatan untuk memikirkan hal itu. Tak perlu lah kusampaikan pada banyak orang tentang itu. Lalu, kenapa kamu menulis ini, Nis? Kenapa ya, aku hanya ingin melakukannya karena-Nya, karena kesempatan kedua yang diberikan-Nya padaku, mengingat diriku yang dulu sempat mundur dari lomba yang diadakan oleh Syamsiddhuhafoundation, pengembangan obat herbal untuk terapi lupus. Walau selama perjalanan yang hampir berakhir ini , entah akan berakhir baik atau tidak, Ketika aku hendak menyuarakan apa yang aku pikirkan, begitu banyak yang terjadi. Entah bagaimana orang-orang yang memandang betapa anehnya diriku, repot banget, atau ada yang tidak suka dengan konsep yang akan aku ajukan, aku tahu. Aku teringat kata temanku bahwa tidak semua orang akan menyukaimu, Nis. Aku sadar akan hal ini, tentang bagaimana diri ini nantinya dibilang sok idealis, sok nasionalis. Aku hanya ingin menyampaikan untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya dalam hidupku sebagai mahasiswa biasa di farmasi ini, sebuah fakultas farmasi tertua di Indonesia, untuk merasakan berbagai rasa di dalamnya, bahwa segala daya, upaya, darah, keringat, biaya, dan air mata akan terbayar pada waktunya demi kecitaan kita pada satu bakti kita, sebagai apoteker nanti (sebelum menulis ini, aku sempat memikirkan apakah mimpi ini akan tetap berjalan, akankah aku bisa menyelesaikan S1 ku, akankah aku bisa mengenyam pendidikan profesi, melanjutkan S2 ku, mengabdikan diriku untuk obat-obat herbal Indonesia, dan bahagia bersama keluargaku nanti?) kalaupun aku akan pergi, setidaknya aku pernah menuliskan ini dalam blog ku. Biarlah generasi mendatang yang akan melanjutkannya ketika diri ini memang sudah waktunya bertemu dengan-Nya. Tidakkah kau ingin bertemu dengan-Nya dalam sebaik-baiknya pertemuan? Lagipula, tadi sempat terpikir apakah aku akan segera kembali, Aku juga rindu dengan mamaku, dimana nanti ketika semua memang benar-benar berakhir ketika aku hanya mampu menuliskannya, aku tetap akan bisa di sana, bersama mamaku, mengamati bagaimana kalian semua berjuang untuk mengangkat citra bangsa kita, bagaimana kalian mencoba untuk menciptakan sebaik-baiknya Indonesia. Itu pesanku, apapun cita kalian, tuliskanlah…Tuliskanlah..Kita tidak akan pernah tahu siapa, dimana, kapan, dan bagaimana orang akan membaca tulisan kita. Untuk saat ini, di fase terakhir Long Journey in 369th km ini, aku percaya. Aku membutuhkan dukungan dan doa kalian semua, teman-temanku, saudara-saudaraku, bahwa demi sebuah cita untuk bangsa, Kami akan tetap berjuang. Dukunglah kami dengan apa pun yang kalian punya, Untuk Nabila dan Muty, rekan tim ku yang sangat aku sayangi dan aku andalkan, tanpa kalian mungkin aku tidak akan bisa berpikir untuk melihat sudut lain yang tidak kupikirkna. Jaga kesolidan kita dan semoga ini akan menjadi amalan kita untuk kita pertanggungjawabkan nanti dihadapan-Nya. Teruntuk mbak Dina juga, mbak yang selama ini menyerocoki-ku dengan berbagai pertanyaan sejak awal mula kusampaikan gagasanku dan citaku ini, terima kasihku untukmu kakak. Ketika mbak Dina mulai merasa bersalah karena pertanyaannya yang membuatku terdiam, Aku pun bilang “Gapapa Mbak. Justru itu belum aku pikirkan. “ Dan aku pun akan mulai berusaha mencari jawaban itu, entah melalui pikiranku, bacaanku, pengamatanku, pendengaranku, dan pemahamanku, tentunya dengan izin-Nya. Aku bahkan sempat merasa ada yang salah dengan jalan pikiranku (yang memang belum semua memahaminya dan aku hanya bisa minta tolong ALLAH untuk menyampaikannya pada mereka yang belum paham diriku dengan cara-Nya.:) ). Terima kasih, Kak Dina. Aku akan selalu mengingatmu sebagai teman dalam perjalanan ketiga ini.

Teruntuk almamaterku, bangsaku, keluargaku, dan agamaku, Izinkanlah aku, Muty, dan Nabila mempersembahkan sebuah karya kami dalam judul

“MENGEMBALIKAN IDEALISME PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN FITOFARMAKA SEBAGAI IDENTITAS HERBAL ASLI INDONESIA MELALUI PHYTOPHARMACA RESEARCH AND INFORMATION CENTER (PRIC)”

untuk kami ajukan pada PIMFI 2013 ini.

Proposal sudah masuk pada tahap akhir penulisan dengan ending editing mala ini, insyaALLAH akan dikirimkan atas nama Universitas Gadjah Mada.

~Innash sholaati, wanusuuki, wamahyaaya, wamamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin~

Tidak ada satu yang tidak mungkin bila itu kehendak-Nya. :’)

Dunia Taru the Series –Episode 3: Sayur Merah dan Es Krim Coklat-

  • Posted on June 21, 2013 at 10:00 pm

Dunia Taru the Series –Episode 3: Sayur Merah dan Es Krim Coklat-

Senja itu hampir datang. Terlihat Mama masuk ke dalam rumah dan segera menuju ke dapur. Bapak dan Tatar akan segera pulang dari masjid, tempat Tatar mengaji.
“Hmmmmmm..masak apa ya hari ini? Mari kita cek kulkas.”
Kulkas yang ada di dapur pun dibuka Mama. Hmmmm..ada ayam, bumbu-bumbu, dan es krim coklat kesukaan Tatar. Mau masak apa?
Nggak mungkin kan ayam dicampur es krim, nggak enak dong jadinya. Sejenak Mama pun berpikir sambil menyiapkan bumbu-bumbu dan mencuci ayam yang membeku.
Bapak sukanya yang pedes-pedes, Tatar sukanya yang manis-manis. Keduanya suka sayur merah. Sekali-kali Bapak makan yang manis juga nggak papa dan Tatar belajar makan yang pedes, biar nggak cedal.hihihihi
Oke, keputusan sudah dibuat. Dan Mama pun mulai memasak makan malam dengan riang.
-Malam harinya, di ruang makan-
“Tatar, Ayo makan dulu.”
“Iya, Mama. Tatar mau cuci tangan dulu, abis ngerjain tugas menggambar tadi.” Tatar beranjak dari ruang keluarga.
“Masak apa hari ini Ma?” Tanya Bapak yang sudah duduk di meja makan.
“Wah, sayur merah lagi….Asyikkk..Tapi kok Ma, kok ada biji cabenya? Pedes yaaa…Nggak mau….!”
“Lhoo, Tatar masa nggak mau makan masakan Mama? Kan belum dicoba. Tatar tahu nggak sayur Mama ini beda, karena bakal bikin suara Tatar lebih bagus lho.”
“Kok bisa Ma?” Bapak ikut bertanya.
“Kasih tahu nggak ya? Mau tahu aja apa mau tahu banget?”
“Ya udah deh, Mama gitu.”
“Hihihi..Tatar makan gih, enak kok Sayang. Nanti ada dessert kesukaan Tatar, yaitu es krim coklat. Tadaaa…” Mama mengeluarkan es krim coklat dari pangkuannya.
“Dan buat Bapak, Tadaaaa….ada sambel extra.”
“Waaah, mau Ma. Sekarang makan dulu deh Pak, biar bisa makan es krim”. Tatar bersemangat.
“Ma, es krim nya taruh di kulkas dulu lagi deh. Biar nggak meleleh”
Dan malam itu pun berakhir dengan makan malam dan dessert yang menyenangkan.

Behind the scene:
Oke, setelah vakum cukup lama dari tulisan ber-series ini, mala mini muncul lagi inspirasi. Karena teringat pada 1 mata kuliah dan kejadian aneh hari ini, di mana melihat orang-orang mengantri bensin untuk mengantisipasi kenaikan BBM besok. Masih antri nggak ya sekarang? HIhihihihii..Oke kembali ke di balik layar cerita ini. Tentang alasan Mama menggabungkan sayur merah dan es krim. Karena adanya Capsaicin dalam cabe yang bersifat lipofilik dan terasa pedas akan terikat dengan eskrim yang merupakan suatu emulsi. Ini aku dapat dari majalah BOBO jaman SD dulu. Nggak jelas ya??
Hmmm..gimana ya?
Baiklah,
Kuawali dengan memberikan satu pertanyaan kepada rekan-rekan pembaca sekalian,
Apakah kalian tahu sejarah lahirnya Pancasila? Sudahkah kalian mengetahui kisahnya?

Sebenarnya bagaimana dasar ini bisa lahir dari bangsa kita? Lama belajar hal ini dan memahaminya. Aku mendapatkan suatu pola pemikiran yang mungkin sama dengan para bapak kita dulu. Bukan bermaksud sombong, hanya aku merasa memang begitulah proses yang terjadi dulu.
Dimulai dari akhir Mei 1945, di mana pada waktu sidang BPUPKI yang ke-1 digelar. Jujur, aku lupa siapa saja yang menyampaikan gagasan yang sesuai untuk menjadi dasar Negara RI. Namun, ada satu tokoh yang aku rasa Beliau lah yang menjadi pembuka jalan. Kenapa? Dalam risalah BPUPKI yang belum saya baca dan hanya saya ketahui dari kuliah-kuliah dan pelajaran dulu ketika di bangku sekolah, Beliau tidak menyampaikan gagasan yang dia ajukan untuk menjadi dasar Negara RI, tetapi beliau memilih untuk menyampaikan berbagai ideology-ideologi yang selama ini berkembang di dunia. Beliau menyampaikan nilai-nilai apa yang dikandung masing-masing ideology, seperti ideology Sosialisme, Kapitalisme, dan Marxisme yang paling dominan kala itu (Mungkin nggak hanya itu sih..-red). Lalu, masing-masing anggota BPUPKI pun berpikir dan memilah-milah ideology yang cocok untuk Indonesia. Bagaimana memilahnya? Aku rasa beliau-beliau secara terbuka bertukar pikiran dan melihatnya dari sudut pandang dan kebudayaan yang selama ini berkembang di Indonesia. Inilah yang aku sebut sebagai analisis SWOT yang biasa dipakai dalam organisasi ketika hendak mencapai suatu tujuan. Lalu, datanglah Bung Karno yang mana pada tanggal 1 Juni menyampaikan gagasannya tentang ideology Pancasila, yang mana merangkum gagasan-gagasan yang telah disampaikan 2 tokoh sebelumnya. Kalian tahu nggak bagaimana beliau sampai pada pemikiran itu? Pernah baca biografinya beliau? Hehehe..Beliau dikenal sebagai tokoh yang membaur pada semua golongan di mana baik dari petani, nelayan, hingga konglomerat Beliau dikenal mereka. Ada satu bab yang aku baca dari buku itu dan aku menemukan beliau adalah sosok yang suka merenung (iya nggak ya?-red). Beliau melihat petani yang sedang menggarap sawahnya dan lalu bertanya,
Aaaaa…bingung ceritainnya..hanya saja, langsung aja deh kembali ke cerita. Bapak yang suka masakan pedas dan Tatar yang suka manis, Mama pastinya ingin menyenangkan keduanya. Makanya Mama masakin sayur merah yang pedas dengan tingkat kepedasan yang tidak tinggi. Hal ini agar Tatar mau makan pedas dan Bapak tetap bisa makan pedes. Tentang bagaimana kita bisa mengambil kebaikan-kebaikan yang ada dari masing-masing keadaan, lalu dengan akal kita memilih kebaikan yang terbaik dan yang paling sesuai kondisi bangsa kita (dengan analisis SWOT berdasarkan tujuan yang hendak kita tuju). Dari sinilah seharusnya kita berpikir dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan. Seperti dalam pengambilan kebijakan menaikkan harga BBM ini. Pengen berkhuznudzon aja , bahwa sebelum mengambil kebijakan ini, pemerintah sudah menanyakan kepada ahli-ahli yang berkaitan (misalnya ahli minyak bumi, ahli ekonomi, ahli transportasi, ahli teknologi, dan ahli energy) tentang bagaimanakah pandangan mereka dalam menghadapi krisis BBM ini. Lalu, kesemua ahli itu mempresentasikan bidang yang memang mereka kuasai dan kira-kira ada hubungannya dengan masalah krisis BBM itu di depan para anggota DPR (seperti yang terjadi dalam siding BPUPKI I). Kita tahu bahwa tidak semua anggota memahami dan melihat masalah itu dari bidang tertentu, mereka bisa jadi hanya bicara masalah politik, untung ruginya. Setelah itu, baru anggota DPR harusnya secara berpikiran terbuka dengan I’tikad yang baik bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan saling bertukar pikiran yang berdasar lho ya tapi. Sebelum sidang selanjutnya, bisa saja masing-masing anggota tadi secara individual atau kelompok berdiskusi dan nantinya mempresentasikan hasil diskusi mereka berupa kebijakan apa yang sebaiknya diambil. Setelah kesepakatan terjadi (diiringi analisis SWOT lho ya menimbang Kekuatan, Kelemahan, Ancaman, dan Tantangan yang dihadapi ketika kebijakan ini diambil), barulah siding selanjutnya adalah membuat rancangan redaksi berupa RUU ataupun bentuk kebijakan yang lain. Bisa jadi masing-masing anggota boleh menyampaikan redaksi undang-undangnya. Yaa, kira-kira inilah yang aku dapatkan hari ini. Semoga bermanfaat ya, walaupun bahasa campur aduk. Semoga esensinya dapat. Mau nulis yang lain.hihihihi..
KEEP ISTIQOMAH n BISMILLAH yaaa…\(^v^)/ \(^v^)/ \(^o’)/

Serial Kakek dan Aku -Episode 2-

  • Posted on June 19, 2013 at 1:37 pm

-Episode 2-

Kakek, apa kabar kakek hari ini? Baik-baik saja kan? Aku lihat banyak cucu-cucumu yang datang hari ini. Bisa dibilang calon cucu, cucu yang akan membanggakanmu nanti.

Kakek, boleh kupinjam sebentar serambimu?

Boleh ku bersandar sejenak di sana?

Aku mungkin baru saja mengalami perjalanan yang panjang, Kek

Yang aku tempuh dengan berbagai emosi di dalamnya.

Kek,
Bolehkah aku sejenak menumpahkan hujan?

Aku mungkin kalah Kek,

Kekalahan yang membahagiakan. Setidaknya bagiku sendiri, semoga juga yang lain.

Sebelum semua terlanjur, Kek.

Kakek,

Apakah cucumu ini akan tetap berjalan di sini?

Apakah cucumu ini bisa membanggakan Kakek?

Kakek, Aku rindu pada kakek. Inginku mendengar cerita kakek tentang bagaimana guru-guru dulu membanggakan Kakek. :’)

Terima kasih kakek untuk serambinya selama ini.

PAPER PLAN 10 JUNI 2013

  • Posted on June 10, 2013 at 9:43 pm

Semua ini hanya sementara
Ketika kulihat langit mendung itu
Hujan itu
Mereka hanya sementara
Di baliknya ada semburat senja nan indah
Semua ini hanya sementara
Ketika kuarungi jalanan sore tadi
Carut-marut itu hanya sementara
Lampu itu akan menyadarkan kita tuk berhenti
Berhenti sejenak merenungi hak
Semua ini hanya sementara
Ketika kudapati hasil ujianku
Bukan semata ujian, walau hanya bahasa
Di baliknya ada satu tanda
Bahwa jalan ini hanyalah mula
Ketika rasa mulai meredup
Semua ini hanya sementara
Ketika begitu lama
Ketika begitu jauh
Terlupa hal-hal yang indah di sana
Dari sini, bermula di sini
Semua ini hanya sementara
Sore itu
Kulihat bayangan cermin itu
Mengayun, Melambaikan tangan ingin kembali
Berteriak
Semua ini hanya sementara
Sudahlah,
Untuk saat ini,
Berjalanlah menuju arah yang kausenangi,
Makanlah apapun yang kau senangi,
Berkunjunglah ke tempat yang kau senangi,
Bicaralah hal-hal yang kau senangi,
Dengarkanlah hal-hal yang kau perlu dengarkan,
Menulislah hal-hal yang kau senangi,
Menyanyilah nada-nada yang kau senangi,
Sebelum kau kembali.

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

  • Posted on June 6, 2013 at 10:01 pm

Apa yang bisa kamu berikan untuk almamatermu? #2

-World Class Research University, Akankah hanya sebuah mimpi?-

Ide penulisan ini sebenarnya muncul kemarin, hanya karena diri ini yang terlalu lelah hingga belum mampu merangkai jutaan makna lagi dan juga aku rasa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menutup chapter bulan Mei ini, Mei SHOW UP.

Masih ingatkan dengan tulisanku yang bertemakan sama dengan judul di atas? Di tulisan  sebelumnya aku bercerita tentang apa yang bisa kulakukan untuk keluargaku, almamaterku, dan juga bangsaku. Apa yang bisa Nishaa berikan untuk bangsanya? Yaa, mungkin sebagian orang akan berpikiran sok nasionali ataupun apa. Tapi, karena memang inilah saya, di mana saya percaya bahwa Pancasila memanglah satu-satunya yang lahir dari Indonesia, tanah air Indonesia, oleh putra Indonesia sendiri. Tentang bagaimana para pendiri bangsa ini berjuang untuk mencari seperti apa sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya. Dan beliau berhasil. Pancasila adalah satu bukti nyata cita-cita dan harapan yang mereka bangun untuk Indonesia. Dan kalian perlu ketahui juga (mungkin juga sebagian besar sudah tahu), ada ciri khas dari Pancasila ini yang membuat posisinya tidak bisa dikanan atau kirikan. Yaitu keterbukaan dan kedinamisan dari Pancasila. Pancasila sebagai ideology terbuka akan menempatkan dirinya sesuai bagaimana orang-orang memahaminya. Bingung ya? Ketika dalam suatu bangsa memiliki nilai-nilai yang buruk, maka Pancasila akan diterapkan dengan buruk. Menurutku inilah yang terjadi pada bangsa kita saat ini yang kita tahu bahwa sekarang sedang terjadi krisis Pancasila. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan orang-orang yang ada di dalamnya (bangsa Indonesia) belum memahami mana yang baik dan mana yang buruk, apa manfaatnya bagi orang lain maupun dirinya sendiri ketika melakukan suatu kegiatan/aktivitas. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Kita perlu kembali dulu kepada kedudukan Pancasila jika ingin memahaminya. Dan ini akan aku mulai dan aku hubungkan dengan sejarah almamaterku. Dulu.

UGM. Universitas Gadjah Mada , sebuah Universitas dengan nama seorang Patih di kerajaan terbesar di Indonesia yang memiliki cita-cita besar, “Tidak akan bersenang-senang sebelum Nusantara dipersatukan”. Adakah ini hubungannya dengan cita-cita UGM?

Berbicara tentang cita-cita, kita mau tidak mau akan berhubungan dengan 1 kata yang beberapa hari ini mulai aku pahami. VISI dan MISI. Berapa banyak mahasiswa UGM yang tahu cita-cita almamaternya sendiri? Acungkan jari gih..Waaaah, sejumlah mahasiwa UGM yang ada saat ini (Harapanku. Aamiin). Kebetulan selama musim PKM kemarin aku sempat meminjam buku kumpulan Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, yang kata mbak kosku hanya dimiliki oleh karyawan-karyawan UGM. Aneh nggak sih? Niatnya mencari ide dan inspirasi di sana, aku menemukan hal yang lain dan menurutku itulah yang semakin mengenalkanku pada almamaterku ini. Aku tuliskan ya apa sih sebenarnya visi dan misi Kampus Rakyat ini? Ini adalah kutipan yang saya ambil dari buku KKI UGM Untuk Anak Bangsa. Tidak ada maksud plagiatisme dalam blog ini, hanya untuk membagikan pada siapapun yang ingin membaca apa yang seharusnya dibaca.

Visi dan Misi

  1. VISI

Perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang inovatif dan unggul, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

  1. MISI
  2. a.         Mendidik bangsa Indonesia menjadi manusia susila yang cakap dan memiliki integritas berdasarkan Pancasila.
  3. b.         Mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan bagi kemandirian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Cita-cita UGM

Pada hakekatnya penyelenggaraan Universitas Gadjah Mada berasaskan cita-cita kemanusiaan sebagai penjelmaan mutlak hakekat manusia dan cita-cita kemanusiaan yang bersifat kerohanian yang tertinggi, seperti diletakkan di dalam Pancasila yang tersebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta tercermin di dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

Pendidikan, Penelitian, Pengabdian, serta usaha mempertahankan kelestarian ilmu pengetahuan merupakan suatu bentuk pelaksanaan tugas kebudayaan dan kemasyarakatan yang dibebankan kepada UGM, maka penyelenggaraan UGM mengarahkan kepada persiapan kepribadian yang tertuju kepada kematangan jiwa dan raga di satu pihak dan pengembangan ilmu pengetahuan di lain pihak.

Kematangan jiwa dan raga dijadikan dasar untuk membentuk manusia susila yang mempunyai kesadaran bertanggung jawab atas kesadaran bertanggung jawab atas kesejahteraan Indonesia khususnya dan dunia umumnya, dalam arti berjiwa bangsa Indonesia dan merupakan manusia budaya Indonesia yang mempunyai keinsafan hidup berdasarkan Pancasila.

Pengembangan ilmu pengetahuan bertujuan untuk memperoleh kenyataan dan kebenaran yang bersifat universal dan obyektif. Maka sudah seharusnya UGM mempunyai kebebasan di dalam melaksanakan bawaan kodrat akal manusia untuk mencapai kenyataan dan kebenaran itu, suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik.

Selanjutnya, karena kenyataan dan kebenaran ini mempunyai sifat universal dan obyektif, maka sudah seharusnya pula warga UGM yang telah mencapai kenyataan dan kebenaran memiliki kebebasan untuk menyatakan kebenaran dan kebebasan kepada pihak lain, yaitu yang disebut kebebasan mimbar. Dalam pada itu, karena hasil manusia harus dipergunakan untuk keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan manusia sendiri, maka kebebasan itu wajib dilaksanakan dengan hikmat dan bertanggung jawab. Selanjutnya pelaksanaannya tidak dapat tidak harus berguna bagi kehidupan, keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan kemanusiaan, baik spiritual maupun materiil bagi lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara sendiri. Bagi warga UGM hal itu berarti tidak boleh menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Jati diri UGM

Jati diri UGM adalah :

  1. Universitas Nasional

Universitas yang mempertahankan dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa serta mempertahankan NKRI dengan mengedepankan kepentingan nasional.

  1. Universitas Perjuangan

Universitas yang selalu berjuang memperhatikan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 secara demokratis dan berkepribadian Indonesia.

  1. Universitas Pancasila

Universitas yang menetapkan pendirian dan pandangan hidupnya berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu, dalam kiprah penelitian (mengungkap kenyataan dan kebenaran, obyektivitas dan universalitas ilmu pengetahuan), pendidikan/pengajaran, dan pengabdian pada masyarakat, selaras dan senafas dengan nilai-nilai Pancasila.

  1. Universitas Kerakyatan

Universitas yang selalu memperjuangkan dan mengedepankan kepentingan rakyat serta ikut serta mencerdaskan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kehidupan yang layak, kebahagiaan, dan kesejahteraan lahir dan batin berdasarkan Pancasila.

  1. Universitas Pusat Kebudayaan

Universitas yang menjadi tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia dan perikemanusiaan, agar warga masyarakat Indonesia menjadi insan yang berbudi luhur dan berwawasan nasional untuk membangun peradaban baru.

Lalu, ada hubungannya kah Nis dengan farmasi? Hmmm….kapan-kapan ya dilanjutin. Didoain aja ya istiqomah.:)

Sumber: LPPM, 2012, Karya-Karya Intelektual UGM untuk Anak Bangsa, Yogyakarta. Thx to mbak Dian buat bukunya yang menginspirasi.:)

 

-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

  • Posted on May 5, 2013 at 9:37 am

Berita Kampus Hari Ini (5 Mei 2013)
-Jangan Kaget ya Kalo Farmasi Lebih Terang-

Ahad (5/5/13), Yogyakarta- Sebanyak 3 pohon yang ada di lingkungan kampus farmasi UGM, tepatnya di kantin farmasi dilaporkan ditebang. Dengan peralatan seadanya, sebanyak 4 tukang dipimpin seorang mandor melakukan pemotongan pohon tersebut. Hal ini mengingat sudah tuanya usia pohon tersebut dan tingginya yang sudah melebihi tinggi gedung. Narasumber kami menyebutkan tujuan dari penebangan pohon ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang diakibatkan puting beliung, mengingat Yogyakarta yang saat ini sering dilanda hujan dengan intensitas yang tinggi disertai angin. Beliau menambahkan, Mengingat fungsi pohon itu yang digunakan sebagai perindang, seharusnya dilakukan perawatan rutin dari fakultas dengan pemangkasan minimal 6 bulan sekali. “Idealnya, tanaman perindang itu tidak perlu terlalu tinggi, kurang lebih 5 meter saja”, jelas beliau di lokasi. Kemungkinan akan dibutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan dari pemangkasan ini hingga kondisi rindang di kantin farmasi dapat kembali seperti sedia kala.
-chan-

-BEHIND THE SCENE-

Assalamu’alaykum. Yaaa, tulisan awal mei malah membahas pohon. Gapapa sih, habis hijau, enak dan segar dipandang mata. Tapi rasanya suasana ini nggak aku dapatkan pagi ini di kampus. Begitu sampai di kampus untuk menjalani rutinitas seperti biasa, Das ist sehr hell hier. Ja, Wann? Jalan cepet ke kampus karena takut lab-nya udah ditutup, ternyata mendapati suasana kantin yang terang benderang. Pemotongan pohon lagi, tambah panas deh farmasi, batinku. Tapi ya karena diburu urusan yang lebih urgent (bicara prioritas nih.hahaha), aku tinggal dulu deh pemandangan itu. Dan hanya 10 menit di dalam lab, aku langsung pulang. Melihat suasana kantin yang terang jadi berhenti sejenak di sana. Terlihat olehku bapak-bapak yang sepertinya jadi mandor di sana, aku tanyai deh sebentar tentang pohon itu. Tiba-tiba ingat tugas dan harus hari ini, pindah haluan untuk sejenak singgah di sini. Dan inilah hasilnya, rangkaian kata dalam blog singkat ini lahir.

Harapanku, semoga pohon-pohon itu segera tumbuh ya, merindangkan dan menyegarkan suasana kantin lagi. Hwaaaaa, bakal nggak ada view hijau kalo makan.huhuhuhu

MEI, SHOW UP!!!

Kayaknya lebih lengkap lagi kalo ada fotonya ya, biar kayak berita beneran dan update gitu. Jadi Hari Ini ceritanya saya jadi citizen journalist.