PAPERPLANE

PAPERPLANE 19 Juni 2013

Pesawat ini mulai melaju

Melaju mungkin untuk yang terakhir kali

Aku tak tahu,

Apakah peranku sebagai agen Awesome mungkin akan berhenti

Berhenti ketika Juni ini berakhir

Aku tahu,

Semua itu memang begitu

Ada batasan-batasan yang tidak bisa kita tembus

Begitu kah? Bukankah begitu?

Raga tak menjadi Langit biru ini,

Sharon pun datang ditemani gemuruhnya

Aku tak tahu,

Apa ini kalah atau mengalah

Siapa yang kalah, Siapa yang menang?
Diri sendiri?

Ego, Mimpi, Kesenangan, Tuntutan, Harapan,

Semua itu menjadi warna

Sewarna pelangi yang akan indah di kanvas langit.

Realistisitas  dalam Idealisme.

Mungkin saja

Someday,

There will be the time

Somewhere,

There will be a place

Somehow,

There will be a way.

Ini yang aku tahu. :’)

 

Remember,

There are 7 Laws of Happiness.

  • Berserah
  • Sabar
  • Syukur
  • Kasih
  • Memberi
  • Memaafkan
  • Sederhana

PESAWAT KERTAS 5

25 Mei 2013

Hari ini, kutemui daun-daun itu
Melewati hamparan hijau, mengarungi indahnya sungai
Sekilas tampak,
Terbayang ucap mereka
Ya,
Inilah kami, dan kami pun bercakap
Untuk apa kamu ada?
Aku iri denganmu, kasihan denganmu
Mengapa?
Tampak tubuhmu yang berdiri tegak itu tidak dapat berteriak
Mulut daunmu tak dapat berteriak
Pembuluh-pembuluhmu hanya berjuang mencari energi
Energi untukmu hidup.
Ketika dirimu terluka,
Kau tak berteriak,
Tubuhmu hanya berpacu membentuk anak-anak baru, dalam lingkaran rantai kebersamaan
Memperbaiki tubuhmu
Atau jika kau mampu,
Kau buat racun-racun dan penguat tubuhmu,
Atau
ketika kau tak mampu, kau bisa berdiam,
Menunggu satu per satu jatuh,
untuk kemudian lahir kembali.

Daun pun berkata, itu rasa kasihanmu
Lalu apa irimu?
Aku pun tak tahu,
Melihatmu berdiri dengan tegaknya, merambah membentuk kanopi kehidupan
Ya, melindungi tanaman-tanaman di sekitarmu. Tanpa kau mengeluh oksigenmu terambil.
Ada lagi,
Tanpa kau berteriak, kau bisa bertahan,
Haahhh,
Sudahlah, daun.
Hari pun sudah senja berganti malam.
Tak mau aku menjadi musuhmu,
Bersaing mendapatkan kehidupan
Dari oksigen yang hanya dirimu yang membuatnya.

 

PESAWAT KERTAS 4

Daun
Andaikata mereka bicara
Mungkin mereka akan berkata
Untuk apa aku dipangkas?
Aku juga punya hak untuk hidup, menyerap matahari
Bukankah oksigen yang kuhirup juga karena proses yang terjadi padaku?
Untuk apa aku dipangkas?
Aku juga punya hak untuk bermain dengan angin,menikmati semilirnya membawa kehidupanku
Bukankah angin yang mengenaiku akan sampai padamu, menyejukkanmu kala kegerahan menerpamu
Untuk apa aku dipangkas?
Aku juga butuh batang itu, dia menopangku, menahanku, menegakkanku kala aku mulai beguguran menua.
Untuk apa aku dipangkas?
Mungkin
Karena kau belum mengenalku, kata daun yang jatuh dipangkas itu.
Kau tidak tahu
Aku akan tetap tumbuh
Daun-daun ini akan muncul
Menutupi luka-luka yang kau pangkas
Karena memang beginilah daun
Pelan, perlahan. Daun-daun ini akan tumbuh
Mengembalikan fungsinya
Yang memang untuk inilah aku ada.

PESAWAT KERTAS 3

12 MARET 2013

Hari ini aku kembali

Merenungi segala asa dan gundah di hati

Kita memang bisa memilih

Meratapi duka lara dalam sepotong episode lalu

Memilih bangkit, berlari dari semua duka

Memilih bangkit , berdiri

Heii, ada jalan lain mencapai-nya.

Ada ribuan-ribuan jalan.

Kalaupun buntu, masih ada jalan lain.

Meratapi dinding pembatas jalan

atau lubang di belakang jalan hanya kan mengais luka

Lagi.

Jangan begitu.

Bukankah hidup memang begitu?

Bukankah waktu tak pernah berhenti?

Untuk apa bersedih, La Tahzan.

Jalan masih panjang,

Jikalau hati ini gundah, biarlah sejenak ada.

Hatimu masih ada.

Tapi,

Bergegaslah

Bersegeralah.

Jemput mimpi-mimpimu.

Jemput cita-citamu.

Maukah kau menjadi yang tertinggal diantara mereka yang telah lama berlari

Berlari menuju mimpi mereka,

Tujuan mereka.

Tidak bukan?

Walaupun kau baru merangkak, berjuanglah. Berjuanglah,

Daya, Upaya, Darah, Keringat, Tangis, dan Air Mata memang menjadi kawan. Tak apa, kawan.

Itu hanyalah segores pena warna yang indah.

Yang akan memberikan kanvas hidupmu menjadi bermakna.

PESAWAT KERTAS 2

15 FEBRUARI 2013

Bagaimana jika kita memilih untuk fokus pada 1 hal?

Tapi, ternyata AKU nggak bisa.

Pikiran-pikiran yang datang lebih dulu terkadang ‘meminta’ untuk diperhatikan.

Seperti hari ini,
Semoga memang kehendak-Nya.

Jikalau ini kehendakku,

Tuhan,

aku berdoa semoga apa yang kupikirkan untuk kujalani ini benar-benar petunjuk dari-Mu.

 

PESAWAT KERTAS 1

4 DESEMBER 2012

Tidak semua anak seperti kita

Di mana ada ibu yang selalu setia

Dan tiada kenal lelah

Mendoakanmu, memasakkanmu, mencucikan bajumu,

Menegurmu, mendengarkan keluhanmu.

Di mana ada ayah yang senantiasa

Membagikan kisahnya

Menyampaikan mimpi-mimpinya

Untuk menjadi bagian mimpi kita.

Tidak ada.

Ada juga kita,

Yang jatuh bangun membangun semangat,

Atau Berfoya-foya dalam ketidakpastian hidup.

Ada kita,

Di mana kita hanya belajar dari alam

Ada kita,

Yang harus berjuang untuk kasih itu, keadilan itu

Dengan membagi kasih dan adil itu pada sesama,

Untuk merasakan makna kasih

Dibalik segala kepalsuan hidup.

Ada kita,

Yang memahami bagaimana alam ini menyatu,

Membentuk diri kita, mendidik kita,

Untuk memahami mimpi dan tujuan kita,

Bahwa Ayah, Ibu, dan Alam

Ataupun semuanya

Adalah cara Tuhan untuk menunjukkan jalan dan ingin-Nya

Untuk kita,

Yaitu satu,

Hanya untuk-Nya.

Please Comment Here :)

Leave a Reply